"Penurunan HR dan HPE biji kakao dipengaruhi oleh peningkatan suplai biji kakao seiring dengan peningkatan produksi di negara produsen utama di wilayah Afrika Barat. Hal itu disebabkan membaiknya cuaca yang tidak diikuti oleh peningkatan permintaan," tambah Tommy.
Untuk periode yang sama, biji kakao bakal kena BK dan PE masing-masing sebesar 7,5 persen.
Lalu gimana dengan komoditas lain? Tommy menyebut, harga patokan untuk produk kulit di Januari ini stagnan, alias nggak berubah dari Desember. Sedangkan getah pinus justru naik USD 27 atau sekitar 3,24 persen.
Sektor kayu olahan ceritanya makin beragam. Secara umum, HPE Januari 2026 untuk beberapa produk kayu naik. Misalnya veneer dari hutan alam dan tanaman, wooden sheet untuk kemasan, plus kayu olahan jenis meranti, merbau, sampai eboni. Kayu dari hutan tanaman seperti akasia, sengon, atau eucalyptus juga ikut naik.
Tapi ada juga yang harganya malah turun, kayak jati dengan ukuran tertentu. Sementara untuk wood chips, chipwood, dan beberapa jenis kayu olahan khusus lainnya, harganya tetap sama dengan bulan lalu.
Semua ketetapan soal harga referensi dan harga patokan ekspor ini tercantum resmi dalam Kepmendag Nomor 2392 Tahun 2025.
Di sisi lain, ada kabar baik untuk minyak goreng kemasan. Produk minyak goreng jenis RBD palm olein dalam kemasan bermerek dengan berat maksimal 25 kilogram tetap dibebaskan dari Bea Keluar. Aturannya mengacu pada Kepmendag Nomor 2393 Tahun 2025, yang menetapkan BK-nya sebesar USD 0 per MT.
Artikel Terkait
Harga Tembaga dan Emas Melonjak, Pemerintah Tetapkan Patokan Baru Awal 2026
Suriah Resmi Ganti Mata Uang, Gambar Tokoh Politik Hilang dari Desain Baru
Danantera Diproyeksikan Jadi Motor Pasar Saham 2026, IHSG Bisa Tembus 9.200
KRL Jabodetabek Angkut 885 Ribu Penumpang di Hari Terakhir Tahun