OJK Usut Transaksi DSI, BI Hentikan JIBOR Awal 2026

- Kamis, 01 Januari 2026 | 05:06 WIB
OJK Usut Transaksi DSI, BI Hentikan JIBOR Awal 2026

Sepanjang Rabu kemarin, dua berita utama dari dunia keuangan ramai diperbincangkan. Yang pertama, soal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang bergerak cepat mengusut transaksi PT Dana Syariah Indonesia (DSI). Kabar ini memang menarik perhatian banyak pihak, terutama para nasabah atau lender yang dananya masih terkatung-katung.

Di sisi lain, ada juga keputusan penting dari Bank Indonesia (BI). Lembaga ini resmi akan menghentikan publikasi Jakarta Interbank Offered Rate (JIBOR) mulai awal 2026. Langkah ini bukan hal mendadak, tapi bagian dari reformasi besar-besaran untuk suku bunga acuan kita.

OJK dan PPATK Turun Tangan Urus DSI

Status pengawasan DSI kini sudah naik ke tingkat khusus. Itu sebabnya OJK tak main-main. Mereka langsung berkoordinasi dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dan beberapa lembaga terkait lainnya. Tujuannya jelas: menelusuri aliran dana yang mencurigakan.

Rizal Ramadhani, Deputi Komisioner OJK, menegaskan komitmen mereka.

“Kami akan melakukan best effort untuk menjalankan kewenangan yang kami punya. OJK sudah meminta PPATK untuk melakukan penelusuran transaksi keuangan DSI dan PPATK telah melakukan pemblokiran rekening DSI,” jelas Rizal dalam rilis tertulis, Rabu (31/12).

Sebelumnya, OJK juga telah memanggil para lender DSI untuk membahas perkembangan terbaru. Pertemuan itu digelar di kantor OJK Jakarta, Selasa lalu. Ini bukan pertemuan pertama. Sebelumnya, pada 28 Oktober 2025, OJK sudah menggelar pertemuan serupa yang menghadirkan perwakilan Paguyuban Lender DSI dan Direktur Utama PT DSI, Taufiq Aljufri.

Dalam pertemuan Oktober itu, Taufiq sempat berjanji. Dia menyatakan kesediaannya untuk bertanggung jawab mengembalikan dana lender secara bertahap. Rencana penyelesaiannya akan disusun bersama dan disampaikan ke OJK. Namun begitu, janji itu masih harus dibuktikan dengan tindakan nyata.

BI Tutup Buku JIBOR, Andalkan INDONIA

Nah, soal JIBOR, keputusan BI ini sudah lama digodok. Alasan utamanya sederhana: mereka ingin suku bunga acuan di Indonesia lebih kredibel dan andal. JIBOR, yang selama ini jadi patokan, akan pensiun pada 1 Januari 2026 nanti.

Penggantinya? Indonesia Overnight Index Average, atau yang akrab disapa INDONIA. Bedanya, kalau INDONIA ini dihitung berdasarkan transaksi riil antarbank. Jadi, lebih mencerminkan kondisi pasar yang sebenarnya, tidak sekadar perkiraan. Ini juga sejalan dengan praktik internasional yang sekarang lebih mengutamakan data transaksi aktual.

Ramdan Denny Prakoso dari Departemen Komunikasi BI menjelaskan latar belakang kebijakan ini.

“Dalam rangka memperkuat kredibilitas dan keandalan suku bunga acuan rupiah nasional, Bank Indonesia (BI) resmi menghentikan publikasi Jakarta Interbank Offered Rate (JIBOR) mulai 1 Januari 2026,” ujar Denny.

Sebenarnya, INDONIA sudah diluncurkan BI sejak Agustus 2018 dan berjalan berdampingan dengan JIBOR. Jadi, transisi ini seharusnya tidak mengejutkan dunia perbankan. BI menegaskan, semua sudah dipersiapkan dengan matang. Tujuannya satu: fondasi pasar keuangan kita harus lebih kuat dan transparan ke depannya.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar