Selanjutnya, ada holding multi sektor industri yang mendistribusikan Rp 10,4 triliun. Angka yang hampir setara, yakni Rp 10 triliun, datang dari infrastruktur layanan telekomunikasi nirkabel.
Pembicaraan tak hanya berhenti di dividen saham. Samsul juga membeberkan sektor-sektor dengan distribusi terbesar untuk instrumen utang dan sukuk sepanjang 2025. Menurut penjelasannya, sektor pembiayaan konsumen lah yang memimpin di kategori ini.
Jadi, gambaran untuk tahun 2025 cukup terang. Sektor keuangan, dengan perbankan sebagai lokomotifnya, masih menjadi mesin pencetak dividen yang paling andal. Diikuti oleh energi dan infrastruktur yang juga menunjukkan kontribusi yang tak bisa dipandang sebelah mata.
Artikel Terkait
SIPF Dorong Penguatan Kelembagaan untuk Sejajar dengan LPS
Ketegangan di Selat Hormuz dan Serangan Israel Picu Lesunya Pasar Saham Asia
Harga Emas Antam Turun Rp50 Ribu per Gram, Buyback Anjlok Rp59 Ribu
IHSG Berpotensi Lanjutkan Penguatan, Analis Soroti Enam Rekomendasi Saham