Bandara I Gusti Ngurah Rai di Bali ramai sekali. Data terbaru dari Kementerian Perhubungan menunjukkan, lonjakan penumpang terjadi selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Angkanya mencapai 82.445 orang per hari. Jumlah ini, kalau dibandingin sama periode Nataru tahun lalu yang 'cuma' 81.500 per hari, jelas ada kenaikan.
Secara kumulatif, dari tanggal 18 sampai 28 Desember 2025, pergerakan penumpangnya tembus 768.949 orang. Tak cuma penumpang, pergerakan pesawatnya juga ikut naik. Penerbangan harian rata-rata mencapai 467 kali, tumbuh lebih dari 10 persen. Dalam periode yang sama, total penerbangan di bandara Bali itu mencapai 4.787 kali naik hampir 3 persen dari tahun sebelumnya.
Menanggapi hal ini, Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, memastikan pelayanan penerbangan ke dan dari Bali bakal berjalan baik. Masyarakat, kata dia, tak perlu khawatir.
Faktanya, tingkat keterisian atau load factor di rute-rute utama memang tinggi-tinggi. Ambil contoh rute Jakarta-Denpasar. Rata-rata load factor-nya menyentuh 94 persen! Keterisian kelas bisnis 83 persen, sementara kelas ekonomi malah penuh-penuh, mencapai 94 persen.
Artikel Terkait
Ketegangan di Selat Hormuz dan Serangan Israel Picu Lesunya Pasar Saham Asia
Harga Emas Antam Turun Rp50 Ribu per Gram, Buyback Anjlok Rp59 Ribu
IHSG Berpotensi Lanjutkan Penguatan, Analis Soroti Enam Rekomendasi Saham
Harga Emas Melonjak Dekati Level Tertinggi Usai Gencatan Senjata AS-Iran