Menjelang perayaan akhir tahun, Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan penyesuaian jadwal perdagangan untuk periode Natal dan Tahun Baru 2025/2026. Intinya, investor bakal libur tiga hari.
Kalender libur resmi yang terpampang di laman IDX per Rabu (24/12) menyebutkan, pasar saham tutup pada Kamis, 25 Desember 2025, bertepatan dengan Hari Raya Natal. Kemudian, libur juga berlaku untuk Jumat (26/12) yang merupakan cuti bersama Natal. Terakhir, bursa kembali libur di hari Rabu, 31 Desember 2025.
Artinya, aktivitas jual-beli saham baru akan bergulir lagi pada Jumat, 2 Januari 2026. Ada jeda beberapa hari bagi para pelaku pasar untuk sekadar menenangkan pikiran.
Namun begitu, pihak BEI juga memberi catatan penting.
“Selain jadwal tersebut di atas (kalender libur bursa), libur bursa akan ditetapkan kemudian apabila kegiatan kliring diadakan oleh Bank Indonesia atau karena adanya pengumuman Pemerintah mengenai peniadaan kegiatan kerja pada suatu hari tertentu,”
Begitu bunyi keterangan resmi dari IDX. Jadi, masih ada kemungkinan penyesuaian jadwal kalau ada instruksi mendadak dari pemerintah atau BI.
Dengan rangkaian libur ini, hitung-hitungannya jadi begini: Desember 2025 hanya punya 20 hari perdagangan dari total 31 hari kalender. Lumayan padat juga liburnya.
Kalau diliat setahun penuh, 2025 totalnya menyisakan 236 hari bursa. Sebagai perbandingan, bulan-bulan sebelumnya punya pola yang beragam. Januari cuma 19 hari bursa, lalu Februari 20 hari. Maret lagi-lagi 19 hari, sementara April cuma 16 hari biasanya karena serangkaian libur keagamaan.
Mei ada 17 hari, Juni 18 hari. Memasuki paruh kedua tahun, Juli cukup padat dengan 23 hari bursa. Agustus 20 hari, September 21 hari. Kemudian, Oktober dan November sama-sama mencatat 23 hari perdagangan periode yang biasanya cukup sibuk.
Artikel Terkait
Harga Minyak Menguat Imbas Imbauan AS Hindari Perairan Iran
Dow Jones Tembus 50.000 Poin untuk Pertama Kali, Didorong Pemulihan Sektor Teknologi
Jasa Marga Targetkan 700 Gerbang Tol Nirhenti Beroperasi pada 2026
BTN Siap Bagikan Dividen Lagi Usai Laba 2025 Tembus Rp3,5 Triliun