Indonesia-AS Sepakat, Prabowo dan Trump Bakal Teken Perjanjian Dagang Januari 2026

- Selasa, 23 Desember 2025 | 10:42 WIB
Indonesia-AS Sepakat, Prabowo dan Trump Bakal Teken Perjanjian Dagang Januari 2026

Nego tarif antara Indonesia dan Amerika Serikat akhirnya kelar juga. Setelah bolak-balik, kedua negara sepakat soal isi perjanjian dagang timbal balik itu. Targetnya, dokumen resminya bakal ditandatangani sebelum akhir Januari 2026 nanti.

Menurut Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, semua poin dalam Agreement Reciprocal Trade (ART) sudah disetujui kedua belah pihak. "Sekarang tinggal urusan teknis aja yang diselesaikan," katanya.

Ia menjelaskan lebih lanjut, begitu proses teknis rampung, dokumen akan disiapkan untuk ditandatangani langsung oleh Presiden Prabowo dan Presiden AS Donald Trump.

"Diharapkan sebelum akhir Januari ini (2026) akan disiapkan dokumen untuk dapat ditandatangani secara resmi oleh Bapak Presiden Prabowo dan Presiden Amerika Serikat Pak Donald Trump," ujar Airlangga dalam konferensi pers daring, Senin (23/12).

Rencananya, Prabowo akan terbang ke Washington DC khusus untuk acara itu. Tapi, soal waktu pastinya masih diatur oleh pihak Amerika.

Nah, isi kesepakatan ART ini konon masih sama dengan yang disepakati pada 22 Juli lalu. Yang menarik, AS memberi keringanan untuk beberapa produk andalan Indonesia. Minyak sawit, kopi, dan teh dapat pengecualian tarif.

"Dan tentunya yang utama memberikan keseimbangan akses pasar," tambah Airlangga.

Ia melanjutkan, "AS memberikan pengecualian kepada tarif produk keunggulan kita seperti minyak sawit, kopi, teh. Dan tentunya Amerika sangat berharap untuk mendapatkan akses terhadap critical mineral."

Untuk memastikan semuanya lancar, Airlangga sudah bertemu langsung dengan perwakilan USTR, Jamieson Greer, di Washington DC pekan lalu. Pembahasan intensif dari 17 hingga 22 Desember ini membuatnya yakin tidak ada lagi halangan.

"Seluruhnya sudah dibahas dan disetujui oleh kedua belah pihak. Jadi tidak ada lagi faktor yang bisa menghambat penandatanganan daripada ART ini," tegasnya.

Ia juga memastikan kesepakatan ini tidak akan membelenggu kebijakan dalam negeri Indonesia. "Tidak ada kebijakan di Indonesia yang dibatasi oleh perjanjian ini. Kerja perjanjian ini sifatnya adalah komersial dan strategis dan menguntungkan kedua negara secara berimbang," ujarnya.

Memang, sejak Juli lalu sudah ada sinyalemen. Indonesia bersedia menghapus batasan ekspor untuk sejumlah komoditas industri ke AS, termasuk mineral kritis. Trump sendiri yang mengumumkan hal ini lewat pernyataan resmi Gedung Putih.

"Indonesia akan menghapus pembatasan ekspor ke Amerika Serikat untuk komoditas industri, termasuk mineral kritis," tulis Trump.

Ini jadi bagian dari deal besar. Tarif impor AS untuk produk Indonesia yang semula 32 persen dipotong jadi 19 persen. Sebagai imbalannya, Indonesia diminta melonggarkan hambatan tarif untuk produk AS hingga 0 persen, plus memperbanyak ekspor mineral.

Indonesia, seperti diketahui, adalah produsen utama tembaga, kobalt, dan nikel.

Di platform Truth Social-nya, Trump menulis, "Disepakati bahwa Indonesia akan menjadi Pasar Terbuka bagi Produk Industri dan Teknologi Amerika, serta Produk Pertanian, dengan menghapus 99 persen hambatan tarif mereka."

Masih ada lagi kesepakatan sampingannya. Seperti yang sempat diungkap Trump, Indonesia akan membeli 50 unit pesawat Boeing kebanyakan tipe 777. Produk pertanian AS juga bakal leluasa masuk ke sini. Semua ini, katanya, untuk keseimbangan yang saling menguntungkan.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar