Nasib serupa dialami NINE, meski dengan durasi yang jauh lebih panjang. Saham ini terakhir kali diperdagangkan pada akhir Agustus, tepatnya sejak 29 Agustus setelah juga mencetak ARA di harga Rp310. Kalau dilihat dari awal tahun, performa NINE sebenarnya luar biasa, dengan keuntungan yang sudah menembus 140,31 persen.
Di sisi lain, INPS baru sehari menjalani suspensi. Saham ini sebelumnya sudah berada di Papan FCA dan sempat ‘panas’ dengan catatan menarik: mencetak ARA selama sepekan penuh. Rata-rata, kenaikan hariannya di atas 9,4 persen. Akumulasinya, dalam seminggu INPS naik 43,93 persen, dan dalam sebulan melambung 66,49 persen.
Dengan dibukanya suspensi ini, pasar kini akan menguji ketahanan ketiga saham tersebut di bawah skema FCA. Apakah momentum kenaikan akan berlanjut atau justru meredup? Semuanya kembali ke tangan investor.
Artikel Terkait
Analis: Koreksi IHSG Belum Masuk Kategori Krisis Sistemik
Harga Minyak Jatuh 11% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
Wall Street Melonjak Usai Trump Tunda Ancaman Serangan ke Iran
Gubernur Fed Stephen Miran Desak Pemotongan Suku Bunga Lebih Agresif Dukung Pasar Tenaga Kerja