Mekaar PNM: Ketika Ibu Rumah Tangga Tak Lagi Berjuang Sendiri

- Senin, 22 Desember 2025 | 20:54 WIB
Mekaar PNM: Ketika Ibu Rumah Tangga Tak Lagi Berjuang Sendiri

Hari Ibu selalu jadi momen yang mengharukan. Di balik perayaannya, ada ribuan kisah perjuangan yang jarang terdengar. Ibu-ibu dari keluarga prasejahtera, misalnya. Mereka tak cuma mengurus rumah dan anak, tapi juga memutar otak mencari nafkah dengan usaha kecil-kecilan. Tujuannya sederhana: menjaga agar keluarga tetap bertahan.

Jalan yang mereka lalui nggak mudah. Coba bayangkan: modal terbatas, pengetahuan soal uang pas-pasan, dan akses ke pasar yang sempit. Tantangan itu datang bertubi-tubi. Tapi, yang menarik, banyak dari mereka memilih untuk terus bertahan. Mereka belajar, sedikit demi sedikit, agar usahanya tetap jalan.

Nah, kelompok inilah yang kemudian menjadi sasaran program Mekaar dari PT Permodalan Nasional Madani (PNM). Program ini memang dikhususkan untuk pengusaha ultra mikro, yang kebanyakan adalah perempuan. Bantuan yang diberikan bukan cuma pinjaman tanpa agunan, tapi juga pendampingan rutin. Jadi, ibaratnya, mereka dapat modal sekaligus teman diskusi.

Menurut sejumlah saksi, pendekatannya memang beda. Prosesnya nggak berhenti saat dana cair. Para ibu ini didampingi untuk mengatur keuangan rumah tangga yang sederhana, sekaligus membaca peluang pasar. Semua dilakukan perlahan, menyatu dengan rutinitas harian mereka sebagai ibu sekaligus pengusaha.

Dampaknya? Ternyata cukup signifikan. Riset dari BRI Research Institute tahun 2023 menunjukkan peningkatan ketahanan keuangan pada mayoritas nasabah Mekaar. Dulu, tabungan mungkin cuma cukup untuk satu dua minggu kalau usaha sepi. Sekarang, banyak yang bisa bertahan hingga satu atau dua bulan. Perubahan ini muncul dari kebiasaan baru: mengatur pemasukan, memilah kebutuhan, dan menyisihkan uang dengan lebih disiplin.

Dodot Patria Ary, Sekretaris Perusahaan PNM, menegaskan komitmen mereka.

"Kami hadir untuk melayani dan mendampingi ibu-ibu dalam menjalani usahanya. Pendampingan ini kami bangun agar para ibu tidak berjalan sendiri, punya ruang untuk belajar, dan percaya diri dalam mengambil keputusan usaha," ujarnya.

Dodot menambahkan, inti dari semua ini adalah membantu mereka untuk benar-benar tumbuh. Bukan sekadar bertahan hidup.

Dukungan lain datang lewat Program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU). Di sini, para ibu dilatih soal keuangan, manajemen usaha, dan bahkan digital. Bagi sebagian besar, ini pengalaman pertama mereka belajar membuat catatan keuangan sederhana atau menyesuaikan produk dengan selera pasar. Bahkan, mulai mencoba menjual lewat media sosial.

Jadi, di Hari Ibu ini, perjuangan mereka layak dapat perhatian lebih. Setiap jualan kue, setiap rajutan yang dibuat, setiap sayur yang ditanam untuk dijual, itu semua adalah bentuk ketangguhan. Melalui pendampingan berkelanjutan, para ibu ini diberi ruang. Ruang untuk berkembang, untuk lebih percaya diri, dan akhirnya, melangkah dengan lebih mantap dalam peran ganda yang mereka emban setiap hari.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar