Dodot Patria Ary, Sekretaris Perusahaan PNM, menegaskan komitmen mereka.
"Kami hadir untuk melayani dan mendampingi ibu-ibu dalam menjalani usahanya. Pendampingan ini kami bangun agar para ibu tidak berjalan sendiri, punya ruang untuk belajar, dan percaya diri dalam mengambil keputusan usaha," ujarnya.
Dodot menambahkan, inti dari semua ini adalah membantu mereka untuk benar-benar tumbuh. Bukan sekadar bertahan hidup.
Dukungan lain datang lewat Program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU). Di sini, para ibu dilatih soal keuangan, manajemen usaha, dan bahkan digital. Bagi sebagian besar, ini pengalaman pertama mereka belajar membuat catatan keuangan sederhana atau menyesuaikan produk dengan selera pasar. Bahkan, mulai mencoba menjual lewat media sosial.
Jadi, di Hari Ibu ini, perjuangan mereka layak dapat perhatian lebih. Setiap jualan kue, setiap rajutan yang dibuat, setiap sayur yang ditanam untuk dijual, itu semua adalah bentuk ketangguhan. Melalui pendampingan berkelanjutan, para ibu ini diberi ruang. Ruang untuk berkembang, untuk lebih percaya diri, dan akhirnya, melangkah dengan lebih mantap dalam peran ganda yang mereka emban setiap hari.
Artikel Terkait
Pendapatan Paradise Indonesia Melonjak 32,9% Didorong Proyek Ikonik
Ketegangan AS-Iran Dongkrak Dolar, Pasar Waspadai Inflasi dan Suku Bunga
IEA Peringatkan Kerusakan Aset Energi di Timur Tengah Picu Krisis Global
Harga Emas Antam Turun Rp50 Ribu per Gram Pasca-Lebaran, Galeri24 dan UBS Stabil