Kalau bicara soal bus pariwisata legendaris di Indonesia, nama White Horse pasti langsung terlintas. Nah, di balik operasional bus-bus itu ada PT Weha Transportasi Indonesia Tbk, atau WEHA, yang sahamnya tercatat di bursa efek. Tapi, siapa sebenarnya yang memegang kendali perusahaan transportasi dan logistik ini?
Ceritanya berawal jauh sebelum WEHA menjadi emiten. Semuanya dimulai pada era 60-an, ketika Adhi Tirtawisata memulai usaha dengan modal empat buah becak. Perjalanan bisnisnya kemudian berlanjut dengan mendirikan Batemuri Tours, sebuah perusahaan tur dan travel, pada 1971. Kala itu, operasionalnya masih sangat sederhana: cuma satu bus untuk melayani satu paket tur dalam kota.
Namun begitu, bisnisnya ternyata terus berkembang. Setelah melalui beberapa tahun, akhirnya di 1980 Adhi mendirikan perusahaan transportasi yang kita kenal sebagai White Horse. Momen inilah yang menjadi titik tolak. Dari sini, bisnis tur sekaligus transportasi pariwisata milik perseroan kian melebar.
Perkembangannya cukup signifikan. Pada 1997, armada mereka sudah beragam, mencakup mini bus, micro bus, hingga big bus. Lalu, memasuki 2009, WEHA memutuskan untuk merambah segmen lain: taksi dan travel antarkota. Mereka meluncurkan White Horse Premium Cab dan mengakuisisi PT Day Trans, pengelola shuttle Jakarta-Bandung.
Hasil dari ekspansi itu? Terbentuklah lima lini bisnis inti di tahun 2010. Kelimanya meliputi penyewaan bus, taksi eksekutif, penyewaan kendaraan dan limosin, layanan shuttle antarkota, serta tur sightseeing harian. Bisnis travel tradisionalnya pun bertransformasi, beralih ke format digital seiring zaman.
Lantas, setelah era kepemimpinan sang pendiri, siapa pemegang saham WEHA sekarang?
Artikel Terkait
Gubernur Fed Stephen Miran Desak Pemotongan Suku Bunga Lebih Agresif Dukung Pasar Tenaga Kerja
Wall Street Menguat Didorong Pernyataan Trump Soal Iran, Teheran Bantah Klaim Kontak
TOWR Catat Laba Bersih Rp3,68 Triliun di 2025, Tumbuh 10,3%
Tiga Emiten Siap Bagikan Dividen Tunai Rp13,17 Triliun pada April 2026