Upaya pemulihan di wilayah Sumatera yang porak-poranda akibat bencana terus digenjot. Pemerintah nampaknya tak mau berlama-lama, fokus utama mereka sekarang adalah menyediakan hunian tetap bagi para korban yang kehilangan tempat tinggal.
Komitmen itu mulai diwujudkan. Di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait bersama Yayasan Buddha Tzu Chi melakukan peletakan batu pertama pada Minggu (21/12) lalu. Aksi nyata ini menandai dimulainya pembangunan besar-besaran.
Rencananya, ada 2.603 unit huntap yang akan segera dibangun pada tahap awal. Yang menarik, proses pembangunan ini langsung digeber bulan ini juga, meski situasi di lapangan sebenarnya masih dalam fase tanggap darurat. Cukup cepat, bukan?
Ini semua bagian dari program terpadu. Pemerintah pusat dan daerah berkolaborasi, didukung penuh oleh berbagai kementerian dan lembaga terkait. Menurut Maruarar, langkah cepat ini adalah amanah langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Intinya, negara harus benar-benar hadir untuk rakyatnya yang sedang terluka.
“Doakan kami, hari ini kita mulai pembangunan hunian tetap di Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, dan juga sudah di Tapanuli Selatan. Ke depan, kita juga akan mulai pembangunan hunian tetap untuk saudara-saudara kita di Aceh dan Sumatera Barat. Sesuai arahan Presiden, semua unsur negara harus hadir dan bekerja kompak,” tegas Maruarar Sirait, Senin (22/12).
Di sisi lain, Kota Sibolga juga tak ketinggalan. Pembangunan huntap untuk korban banjir di sana akhirnya bisa dimulai. Ini setelah pemerintah kota dan DPRD setempat sepakat menghibahkan lahan langkah yang patut diapresiasi.
“Terima kasih kepada Wali Kota dan DPRD yang bergerak cepat. Hari ini kita mulai pembangunan hunian tetap, bukan hunian sementara. Ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo, bekerja cepat dan nyata untuk rakyat,” kata Maruarar.
Lalu, di mana saja dan berapa banyak? Rinciannya begini: Kabupaten Tapanuli Tengah dapat 118 unit, Kota Sibolga dapat jatah 200 unit, dan Kabupaten Tapanuli Utara menyusul dengan 103 unit huntap. Wilayah Tapanuli Selatan juga sudah mulai, meski jumlah pastinya masih menunggu pendataan dari pemda. Masih ada yang mengantri, seperti Aceh dan Sumatera Barat, yang rencananya akan menyusul.
Namun begitu, membangun rumah saja tidak cukup. Maruarar berharap semua pihak, dari PLN, BNPB, hingga pemerintah daerah, bisa bergerak serentak. Penyediaan listrik, air bersih, sertifikat tanah, dan tata kelola pembangunan harus berjalan lancar. Tujuannya satu: agar rumah-rumah itu bisa segera dihuni, mengembalikan setitik normalitas bagi kehidupan masyarakat yang terdampak.
Artikel Terkait
FTSE Russell Tunda Review Status Pasar Indonesia hingga Juni 2026
IHSG Hampir Datar di 8.031, Mayoritas Saham Menguat
Harga Emas Antam Naik Rp14.000 per Gram, Sentuh Rp2,95 Juta
Harga Minyak Menguat Imbas Imbauan AS Hindari Perairan Iran