Bank Mandiri Gelontorkan Dividen Interim Rp 9,3 Triliun di Awal 2026

- Senin, 22 Desember 2025 | 11:12 WIB
Bank Mandiri Gelontorkan Dividen Interim Rp 9,3 Triliun di Awal 2026

Bank Mandiri bakal bagi-bagi uang tunai lebih cepat ke pemegang sahamnya. Rencananya, dividen interim untuk tahun buku 2025 akan digelontorkan senilai Rp 9,3 triliun. Pembayarannya sendiri baru akan dirasakan di pertengahan Januari 2026 nanti.

Keputusan ini, menurut keterangan Corporate Secretary Bank Mandiri Adhika Vista, didasari oleh performa keuangan yang masih kuat. Hingga akhir November 2025, posisi permodalan dan likuiditas bank tetap terjaga meski ekonomi dinamis.

“Total nilai distribusi mencapai Rp 9,3 triliun, yang masih bersifat indikatif dan akan disesuaikan dengan data final pada saat pelaksanaan pembayaran,” kata Adhika dalam keterangan resminya, Senin (22/12).

Secara rinci, dividen interim ini akan dibagikan sebesar Rp 100 untuk setiap lembar saham. Pembayaran ditujukan kepada pemegang saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada tanggal pencatatan atau recording date yang sudah ditetapkan.

Di sisi lain, kinerja operasional bank pelat merah ini memang terlihat solid. Adhika menuturkan, kegiatan intermediasi Bank Mandiri terus mengalami akselerasi. Untuk posisi bank saja, penyaluran kredit hingga November 2025 melesat 13,1% secara tahunan, menjadi Rp 1.452 triliun. Angka ini disebut melampaui rata-rata pertumbuhan kredit sektor perbankan secara keseluruhan.

Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) juga ikut membengkak 15,9% menjadi Rp 1.584 triliun. Dengan komposisi itu, rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) bank masih aman, bertengger di kisaran 91 persen. Aset total Bank Mandiri (bank only) pun ikut meroket, mencapai Rp 2.120 triliun atau naik 14,6% dari tahun sebelumnya.

“Dengan likuiditas yang terjaga kuat, Bank Mandiri berada pada posisi yang solid untuk terus mendorong intermediasi secara berkelanjutan. Seluruh proses pembayaran dividen akan dilaksanakan secara transparan, akuntabel, serta sesuai dengan ketentuan pasar modal,” ujar Adhika.

Soal jadwal, Bank Mandiri sudah mengumumkan rangkaian tanggal pentingnya. Setelah pengumuman pada 19 Desember 2025, saham akan diperdagangkan cum-dividend mulai 5 Januari 2026. Lalu, tanggal ex-dividend-nya jatuh pada 6 Januari, dan recording date-nya sehari setelahnya, yaitu 7 Januari 2026.

Nah, uangnya baru benar-benar cair pada payment date yang dijadwalkan tanggal 14 Januari 2026, sesuai aturan main BEI.

Adhika menutup pernyataannya dengan nada optimis. “Pembagian dividen interim ini menjadi bukti konsistensi Bank Mandiri dalam memberikan nilai optimal bagi para pemegang saham, sekaligus memperkuat kontribusi perseroan terhadap percepatan pertumbuhan ekonomi nasional,” pungkasnya.

Komentar