Jembatan 47 Km Melaka-Dumai: Ambisi Penyambung Dua Negara yang Menuai Polemik

- Senin, 22 Desember 2025 | 04:06 WIB
Jembatan 47 Km Melaka-Dumai: Ambisi Penyambung Dua Negara yang Menuai Polemik

Namun begitu, di Malaysia sendiri, rencana megah ini tidak lepas dari sorotan dan kritik.

Suara penolakan datang dari kalangan oposisi. Ketua oposisi Melaka, Yadzil Yaakub, secara terbuka mempertanyakan tujuan dan kelayakan proyek ini. Baginya, logika pendanaannya saja sudah bermasalah.

“Kenyataannya, belanja pemerintah Melaka sangat bergantung pada bantuan Putrajaya. Jika untuk memperbaiki jalan negara bagian saja kita memerlukan bantuan federal, bagaimana mungkin kita mendanai pembangunan jembatan yang melintasi Selat Malaka?” kata Yadzil.

Yadzil juga meragukan manfaat ekonominya. Dia menilai wilayah tujuan jembatan di Indonesia, yaitu Dumai, bukanlah pusat ekonomi utama. Alhasil, kemungkinan besar imbal hasil yang didapat Melaka nantinya akan sangat minim.

“Dan jika konsesi itu gagal, pemerintah pada akhirnya akan dipaksa menyelamatkan proyek tersebut dengan dana publik. Dalam semua skenario, rakyatlah yang menjadi korban,” tambahnya.

Jadi, meski di atas kertas terlihat menjanjikan dan sudah didukung studi awal, proyek jembatan penghubung dua negara ini masih harus melewati jalan panjang. Perdebatan antara potensi ekonomi dan beban finansial tampaknya akan terus menghangat.

Editor: Erwin Pratama


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar