BRI Gerakkan Relawan dan Salurkan Bantuan Langsung untuk Korban Banjir Aceh Tamiang

- Minggu, 21 Desember 2025 | 14:48 WIB
BRI Gerakkan Relawan dan Salurkan Bantuan Langsung untuk Korban Banjir Aceh Tamiang

Kabupaten Aceh Tamiang termasuk yang paling menderita. Banjir bandang dan tanah longsor yang menerjang Aceh meninggalkan kerusakan parah di wilayah itu. Menanggapi situasi ini, BRI yang merupakan bagian dari Danantara kembali turun tangan dengan memberikan bantuan langsung bagi korban bencana.

Pada Jumat (19/12) lalu, bantuan itu disalurkan secara simbolis oleh dua orang petinggi. Hadir langsung Dony Oskaria, Kepala BP BUMN yang juga menjabat COO Danantara, bersama Direktur Utama BRI, Hery Gunardi. Mereka menyerahkan bantuan kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, sekaligus meninjau posko-posko BUMN Peduli di Kecamatan Karang Baru dan Kota Kuala Simpang.

Tak cuma lewat jalur formal, BRI juga mengerahkan relawannya. Mereka terjun ke berbagai titik bencana untuk memastikan bantuan sampai ke tangan warga yang paling membutuhkan.

Dalam kesempatan itu, Dony Oskaria menegaskan komitmennya.

“BUMN adalah milik rakyat Indonesia. Oleh karena itu, setiap kali rakyat membutuhkan, kehadiran kami bukanlah pilihan, melainkan kewajiban. Sejak awal terjadinya bencana, kami menegaskan bahwa kehadiran BUMN bukan sekadar pelengkap, tetapi merupakan bentuk tanggung jawab sebagai perusahaan milik negara,” ujarnya.

Menurutnya, gerakan bersama ini adalah wujud pendampingan bagi warga terdampak. Tujuannya jelas: memastikan kebutuhan dasar terpenuhi dan membantu proses pemulihan berjalan bertahap.

Di sisi lain, Hery Gunardi memaparkan bahwa respons BRI sudah dimulai sejak dini. Beberapa unit kerja terdekat di wilayah bencana langsung bergerak melakukan pemetaan kebutuhan. “Langkah ini penting,” katanya, “agar bantuan yang kami berikan benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan.”

Memang, peran BRI tidak berhenti di fase tanggap darurat. Mereka aktif mendukung pemulihan pascabencana, bahkan untuk jangka menengah dan panjang. Ratusan Relawan Tanggap Bencana BUMN dikirim bukan cuma untuk menyalurkan bantuan, tapi juga membantu operasional dan proses rehabilitasi.

Nah, untuk pemulihan jangka panjang, BRI punya program khusus. Melalui BRI Peduli, mereka akan fokus pada wilayah-wilayah terdampak. Di Aceh, rencananya mencakup renovasi sekolah, puskesmas, layanan publik, plus perbaikan sistem air bersih dan sanitasi.

Sementara di Sumatera Utara, targetnya adalah renovasi SD dan puskesmas yang rusak akibat banjir dan longsor, serta perbaikan sarana air bersih. Kalau di Sumatera Barat, fokusnya pada perbaikan ruang kelas, fasilitas kesehatan dasar, serta drainase dan akses jalan lingkungan. Jangan lupa, hunian sementara juga akan dibangun, terutama di Aceh dan Sumut.

Sebelum masuk ke fase pemulihan ini, tentu saja aksi tanggap darurat sudah lebih dulu digelar. BRI menyalurkan berbagai bantuan mendesak: dari posko bencana, survival kit, sembako, obat-obatan, pakaian, kasur, selimut, sampai perahu karet dan perlengkapan bayi. Angkanya cukup signifikan.

Hingga 18 Desember 2025, tercatat 40 aksi tanggap darurat telah dilakukan BRI Group di berbagai lokasi. Didukung 5 posko darurat yang berfungsi sebagai pusat koordinasi, distribusi bantuan berjalan lebih cepat. Bantuan yang disalurkan meliputi ribuan paket makanan siap santap dan sembako, ratusan survival kit, serta ribuan kasur dan selimut.

Selain itu, ada puluhan truk air bersih, ribuan paket obat, dan ribuan peralatan kebersihan yang didistribusikan. Dua unit perahu karet juga dikerahkan untuk menjangkau area yang terendam. Secara total, program ini telah menjangkau lebih dari 70 ribu jiwa.

Hery Gunardi menutup dengan penegasan.

“BRI yang menjadi bagian ekosistem dari Danantara berharap dapat memberikan dampak yang lebih luas dan berkesinambungan bagi masyarakat terdampak bencana. Langkah ini sekaligus menegaskan peran BRI yang senantiasa hadir, peduli dan berkontribusi nyata dalam setiap fase penanganan bencana, mulai dari tanggap darurat hingga pemulihan jangka panjang, demi mendukung ketahanan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia,” tegasnya.

Jadi, dari respons cepat di hari-hari pertama bencana hingga rencana rehabilitasi yang terstruktur, upaya mereka mencakup spektrum yang cukup lengkap. Tujuannya satu: membantu masyarakat bangkit kembali.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar