PT Petrosea Tbk, perusahaan yang selama ini dikenal di sektor pertambangan dan infrastruktur, kini merambah ke ranah baru. Mereka baru saja mendirikan anak usaha yang fokus pada layanan kesehatan manusia dan aktivitas sosial. Perusahaan ini dinamai PT Kinarya Media Selaras, atau disingkat KIMS.
Menurut Anto Broto, Sekretaris Perusahaan PTRO, langkah ini dilakukan bersama anak perusahaan mereka yang sepenuhnya dimiliki, yaitu PT Rekakarsa Karya Nusantara. Proses pendiriannya sudah resmi.
"Pendirian KIMS dinyatakan dalam Akta Pendirian Perseroan Terbatas No. 24 tanggal 15 Desember 2025," ujarnya.
Broto menjelaskan lebih lanjut soal visi bisnis anak perusahaan baru ini. Tujuannya tak hanya di bidang kesehatan dan sosial, tapi juga merambah ke aktivitas profesional, ilmiah, teknis, hingga perdagangan eceran. Jadi, cakupannya cukup luas.
Di sisi lain, langkah strategis ini bukan tanpa alasan. Manajemen meyakini bahwa kehadiran KIMS akan memperkuat dukungan operasional Petrosea. Lebih dari itu, ini adalah bentuk nyata dari diversifikasi usaha yang mereka canangkan. Dengan kata lain, perusahaan tak mau bergantung pada satu lini bisnis saja.
"Perseroan secara konsisten terus mengupayakan penciptaan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya," tambah Broto.
Lalu, bagaimana struktur permodalannya? KIMS memiliki modal dasar sebesar Rp4 miliar. Untuk saat ini, modal yang ditempatkan dan disetor penuh mencapai Rp1 miliar.
Kepemilikan sahamnya pun cukup menarik. PTRO, sebagai induk perusahaan, menguasai 99,90% dengan penyertaan modal Rp999 juta. Sementara itu, PT Rekakarsa Karya Nusantara memegang porsi sangat kecil, hanya 0,10% atau senilai Rp1 juta.
Dengan langkah ini, Petrosea jelas sedang membuka babak baru. Mereka tak hanya mengokohkan bisnis inti, tetapi juga menjajaki peluang di sektor yang dinilai memiliki prospek cerah ke depan.
Artikel Terkait
TBS Energi Utama Terbitkan Obligasi Rp175 Miliar dengan Bunga 9 Persen
Wall Street Menguat Didorong Harapan Damai AS-Iran dan Optimisme Sektor AI
Indosat Bagikan Dividen Rp3,58 Triliun di Tengah Ekspansi Strategi AI
Cimory Ekspor Perdana Yogurt ke Vietnam Senilai Rp1,13 Miliar