Gudang di Bogor Berangkatkan 48 Ton Durian Beku, Langsung Menuju Pasar Raksasa China

- Selasa, 16 Desember 2025 | 03:42 WIB
Gudang di Bogor Berangkatkan 48 Ton Durian Beku, Langsung Menuju Pasar Raksasa China

Namun begitu, momen bahagia ini hasil dari perjuangan panjang. Sahat Panggabean, Kepala Barantin, mengakui proses negosiasi dan pemenuhan syaratnya makan waktu hampir dua tahun. Selama ini, pasar durian beku China dikuasai tetangga-tetangga seperti Thailand dan Malaysia. Posisi Indonesia cuma sebagai pemasok bahan baku untuk mereka.

Kerja sama pemerintah ke pemerintah (G to G) dengan otoritas karantina China (GACC) akhirnya berbuah manis. Puncaknya adalah penandatanganan protokol ekspor pada akhir Mei 2025 lalu di Jakarta.

Kualitas adalah Kunci

Tentu saja, China tak main-main soal standar. Untuk menjaga kepercayaan, syarat kualitasnya dibuat sangat ketat. Drama Panca Putra dari Barantin menekankan, aspek ketelusuran (traceability) adalah hal mutlak. Produk yang boleh dikirim mencakup daging durian, pasta, atau buah utuh. Proses pembekuannya pun harus ekstrem: minimal -30°C, dan dijaga pada suhu inti -18°C selama perjalanan.

Saat ini, sudah ada delapan rumah pengemasan yang lolos seleksi dan terdaftar resmi. Tujuh berlokasi di Sulawesi Tengah, satunya lagi di Bogor.

Data terbaru menunjukkan, sepanjang tahun ini Indonesia telah mengekspor lebih dari 10 ribu ton durian. Thailand masih jadi tujuan utama, diikuti China dan Malaysia. Tapi dengan dibukanya keran langsung, peta persaingan ke depan dipastikan akan berubah. Durian beku Indonesia siap bersaing di pasar yang paling haus akan buah ini.


Halaman:

Komentar