Di sisi lain, pasar juga menanti hasil pertemuan The Fed. Ada peluang 84 persen untuk penurunan suku bunga, berdasarkan data LSEG. Tapi situasinya nggak sederhana. Komentar beberapa anggota dewan mengindikasikan pertemuan kali ini bakal alot, mungkin salah satu yang paling terbagi dalam beberapa tahun terakhir. Jadi, fokus investor nggak cuma pada angka, tapi juga dinamika internal bank sentral itu sendiri.
Lalu, bagaimana dengan komoditas lainnya?
Batu bara jadi pengecualian, naik 1,61 persen dan bertengger di USD 110,25 per ton. Sementara itu, minyak kelapa sawit atau CPO justru turun tipis, cuma 0,05 persen, menjadi MYR 4.093 per ton.
Nikel dan timah ikut-ikutan melemah. Harga nikel di LME tercatat turun 0,67 persen menjadi USD 14.840 per ton. Sedangkan timah juga terpantau turun 0,46 persen, menetap di angka USD 39.884 per ton. Jadi, secara keseluruhan, suasana pasar hari itu memang lebih banyak tekanan daripada peluang.
Artikel Terkait
Pertamina Geothermal Energy (PGEO) Bidik Bisnis Sewa Alat Tambang
Jalan Tol Bali Mandara Ditutup 32 Jam untuk Nyepi 2026
Elnusa Siapkan Empat Strategi Dukung Target Satu Juta Barel Minyak per Hari
Investor Asing Masih Melirik Manufaktur Indonesia, Fokus Beralih ke Industri Bernilai Tinggi