Arab Saudi kembali melonggarkan aturan penjualan alkohol. Kali ini, akses dibuka untuk warga asing non-muslim dengan syarat ketat: penghasilan bulanan minimal 50.000 riyal. Kalau dirupiahkan, angkanya sekitar Rp 222 juta.
Menurut sejumlah saksi yang mengetahui kebijakan ini, calon pembeli harus menunjukkan sertifikat gaji sebagai bukti pendapatan. Baru setelah itu, mereka diizinkan masuk ke satu-satunya gerai resmi yang ada di Riyadh.
“Toko itu sebelumnya cuma untuk diplomat,” jelas seorang sumber yang minta namanya dirahasiakan. “Sekarang diperluas untuk pemegang status residensi premium juga.”
Kabar ini pertama kali dilaporkan Bloomberg, Selasa lalu. Rupanya, langkah ini bagian dari upaya pemerintah menarik lebih banyak tenaga kerja dan investasi asing. Mereka ingin mendukung transformasi ekonomi kerajaan yang sedang berjalan.
Artikel Terkait
BCA Pacu Target Kredit 2026, Optimisme Tumbuh Dua Digit Mengintai
IRA-Internet Rakyat Siap Meluncur, Usai Lulus Uji Laik Operasi
MRT Jakarta Melaju ke Tangerang: Kajian Serpong-Balaraja Libatkan Swasta
MRT Bekasi Mulai Bergerak, Pengadaan Tahap Pertama Dimulai Tahun Ini