Di sisi lain, lini bisnis BRI sendiri memang sudah sangat beragam. Saat ini, setidaknya ada 10 perusahaan anak yang beroperasi, menjangkau berbagai sektor jasa keuangan. Mulai dari Pegadaian, PNM, BRI Life, hingga BRI Ventures dan BRI Global Financial Services. Masing-masing punya peran strategisnya sendiri, baik untuk memperkuat daya saing maupun memperluas jangkauan layanan ke lebih banyak segmen masyarakat.
Strategi besar BRI tetap bertumpu pada transformasi berkelanjutan lewat program "BRIVolution Reignite". Fokusnya ada di dua hal: transformasi bisnis funding dan penguatan core business. Tapi, mereka juga paham bahwa tidak bisa hanya mengandalkan fondasi utama.
Makanya, diversifikasi sumber pertumbuhan terus didorong. Mereka menyebutnya "Second Engines of Growth", yang diwujudkan dengan penguatan segmen konsumer dan pengembangan layanan bullion atau bank emas.
Nah, soal layanan emas ini, Pegadaian anak usaha BRI yang jaringan cabangnya mencapai lebih dari 4.000 baru saja meluncurkan super app bernama Tring. Aplikasi ini memudahkan konsumen membeli emas secara digital, sebuah langkah adaptasi yang cukup signifikan di era sekarang.
Pada akhirnya, semua inisiatif ini bukan cuma soal angka pertumbuhan yang sehat. Lebih dari itu, ini adalah bentuk keberpihakan nyata terhadap sektor produktif dan ekonomi rakyat. Sebuah langkah strategis yang mencoba menjawab tantangan zaman dengan cara mereka sendiri.
Artikel Terkait
Guncangan di OJK: Ketua dan Dua Pejabat Tinggi Mundur Usai Gejolak Pasar
Petinggi OJK Mundur, Tanggung Jawab Moral di Balik Gejolak Pasar Modal
Mahendra Siregar Pamit dari Pucuk OJK, Tanggung Jawab Moral Jadi Alasan
Tiga Pucuk Pimpinan OJK Serahkan Surat Pengunduran Diri