BEI Parkirkan Lima Saham Usai Catatkan Lonjakan Harga Fantastis

- Rabu, 03 Desember 2025 | 09:25 WIB
BEI Parkirkan Lima Saham Usai Catatkan Lonjakan Harga Fantastis

Rabu (3/12/2025) pagi, Bursa Efek Indonesia (BEI) membuat keputusan yang langsung menarik perhatian para pelaku pasar. Mereka menghentikan sementara perdagangan lima saham sekaligus, baik di Pasar Reguler maupun Pasar Tunai. Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Menurut pengumuman resmi bursa, kelima saham itu mengalami lonjakan harga kumulatif yang cukup signifikan.

Nama-nama emiten yang terkena dampak adalah PT Intan Baru Prana Tbk (IBFN), PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY), dan PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR). Selain itu, ada juga PT Black Diamond Resources Tbk (COAL) serta PT Yelooo Integra Datanet Tbk (YELO). Saham-saham ini seketika 'diparkir' dari aktivitas jual-beli.

"BEI memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan saham IBFN, LUCY, VKTR, COAL, dan YELO pada tanggal 3 Desember 2025,"

begitu bunyi pernyataan tertulis yang dirilis BEI. Mereka berharap, jeda perdagangan ini bisa memberi ruang bagi investor. Tujuannya jelas: agar para pelaku pasar punya waktu untuk berpikir lebih jernih sebelum mengambil keputusan investasi. Situasinya memang sedang panas-panasnya.

Lihat saja performa sehari sebelumnya. Pada Selasa (2/12), IBFN sudah melesat 9,57 persen ke level Rp126, bahkan sampai menyentuh auto reject atas. Saham LUCY juga tak kalah kuat, menguat 9,28 persen ke Rp212. Tapi yang paling dramatis mungkin VKTR, yang melompat fantastis sebesar 17,12 persen ke harga Rp650.

Di sisi lain, COAL dan YELO juga ikut meramaikan pesta kenaikan. COAL naik 7,14 persen ke Rp120, sementara YELO menguat 4,07 persen ke Rp128. Dengan kondisi seperti itu, wajar saja kalau BEI turun tangan. Mereka ingin mencegah gejolak yang berlebihan dan memberi kesempatan bagi semua pihak untuk menimbang situasi dengan kepala dingin.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar