"Rata-rata lama menginap tamu di hotel bintang pada Oktober 2025 mencapai 1,65 malam,"
tambah Pudji.
Yang menarik, mobilitas masyarakat secara keseluruhan terlihat meningkat. Ini terpantau dari data transportasi. Penumpang pesawat domestik melonjak 8,80 persen jadi 5,3 juta orang. Untuk rute internasional, kenaikannya lebih kecil, cuma 0,53 persen, dengan total 1,8 juta penumpang. Pengiriman barang lewat udara domestik juga ikut naik hampir 10 persen.
Moda transportasi lain ikut merasakan geliat yang sama. Jumlah penumpang kereta api naik signifikan 9,56 persen menjadi 49,3 juta orang. Pengangkutan barangnya juga ikut merangkak naik. Di laut, meski penumpangnya turun, volume barang yang diangkut justru bertambah. Angkutan sungai, danau, dan penyeberangan juga catat kenaikan penumpang.
Menurut Pudji, semua peningkatan mobilitas ini berjalan beriringan dengan aktivitas wisata dan perjalanan dalam negeri yang memang lagi tinggi sepanjang tahun 2025.
"Jika dibandingkan bulan yang sama pada tahun sebelumnya, mengalami kenaikan 17,90 persen,"
pungkasnya, merujuk pada data perjalanan wisnus yang memang menunjukkan tren yang menggembirakan.
Artikel Terkait
Pemerintah Kejar Target Bersih-Bersih Lumpur Sebelum Ramadan Tiba
Rupiah Terperosok Lagi, Investor Asing Serbu Keluar dari SBN
TRIN Lepas Saham Treasury Rp57 Miliar di Tengah Tekanan Harga
OJK Bongkar Delapan Pelanggaran Serius Dana Syariah Indonesia, Lapor ke Bareskrim