Tak hanya itu, ia membeberkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menetapkan tujuh subsektor ekonomi kreatif yang jadi prioritas dalam lima tahun kepemimpinannya. Tujuh sektor itu meliputi kuliner, kriya, fashion, games aplikasi, film, animasi, dan musik.
Alasannya jelas. Ketujuh sektor ini dinilai telah memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian dan menciptakan lapangan kerja yang sangat tinggi. Karena itu, Riefky melihat banyak peluang yang bisa digarap bersama Kadin.
"Jadi sebetulnya kalau kita lihat MOU kita bisa masuk kluster mana saja, saya rasa hampir semua kluster kita bisa implementasikan bersama Kadin," ucapnya mantap.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, turut menegaskan betapa besar potensi industri kreatif. Menurutnya, sektor ini punya daya dorong yang kuat untuk menciptakan lapangan kerja dan mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional.
Industri kreatif, katanya, tumbuh dengan sangat cepat. Ia menuntut pelaku usahanya untuk adaptif, namun di balik itu, nilai tambah yang dihasilkan juga besar.
"Kami melihat industri kreatif ini luar biasa. Enggak banyak yang tahu tapi yang menekuni tahu benar manfaatnya," ucap Anindya.
Artikel Terkait
GTSI Ekspansi Armada Tangkap Peluang Kenaikan Tarif LNG Imbas Konflik Iran
IHSG Anjlok 2,65% Imbas Ketegangan Iran-Israel, Sektor Energi Melonjak
PJHB Ganti Galangan Kapal Ketiga, Beralih ke TSU karena Harga Lebih Kompetitif
Sido Muncul Catat Laba Bersih Rp1,23 Triliun di 2025 Didorong Ekspor yang Melonjak 31%