Pada KTT kali ini, Indonesia diwakili oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Airlangga memaparkan bahwa dalam forum tersebut, Gibran terlibat dalam pembahasan yang cukup beragam. Mulai dari isu ekonomi inklusif, pembiayaan pembangunan, hingga topik hangat seperti perubahan iklim dan transisi energi.
"Dalam pidatonya, Bapak Wakil Presiden menyampaikan beberapa poin penting. Yang pertama, pertumbuhan perekonomian global harus kuat, adil, dan inklusif dengan pembiayaan internasional yang mudah diakses, dapat diprediksi khususnya bagi negara-negara berkembang,"
jelas Airlangga.
"Upaya-upaya ini dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain penghapusan utang, mekanisme pembiayaan yang inovatif, pembiayaan campuran, dan transisi hijau,"
lanjutnya.
Tak lupa, Gibran juga mempromosikan inovasi dalam negeri. Dia menunjukkan dua hal: QRIS sebagai solusi pembayaran digital yang praktis dan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilainya punya dampak positif pada rantai pasok ekonomi.
Selain agenda inti, Gibran juga menghadiri pertemuan MIKTA Leaders Gathering yang dihadiri pemimpin dari Meksiko, Korea Selatan, Turki, dan Australia. Kesibukannya bertambah dengan serangkaian pertemuan bilateral. Dia bertemu dengan PM Ethiopia, PM Vietnam, Presiden Angola, Presiden Finlandia, serta sejumlah petinggi dari WTO dan UNCTAD.
Artikel Terkait
Pizza Hut Indonesia Dirikan Anak Usaha Baru untuk Bisnis Roti dan Akomodasi
Menhub Prediksi Puncak Mudik Lebaran 2026 pada 18 Maret
Saham PP Properti Melonjak 10% Usai BEI Cabut Suspensi
BEI Bekukan Perdagangan Wanteg Sekuritas Terkait Kondisi Operasional