IHSG berhasil ditutup di zona hijau hari ini, Kamis (20/11/2025). Meski pergerakannya fluktuatif sepanjang hari, indeks akhirnya naik tipis 0,16 persen ke level 8.419,92. Yang cukup menarik, dalam perjalanannya IHSG sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa di angka 8.491,92. Sungguh momen bersejarah untuk pasar modal Indonesia.
Pasar terlihat cukup ramai hari ini. Volume perdagangan mencapai 37,02 miliar saham dengan nilai transaksi Rp19,39 triliun. Frekuensinya pun tinggi, tercatat 2,27 juta kali perdagangan terjadi. Dari seluruh saham yang diperdagangkan, 327 saham catat penguatan, sementara 324 lainnya melemah. Ada juga 305 saham yang stagnan atau harganya nyaris tidak berubah.
Kalau lihat performa sektoral, gambarnya beragam. Di satu sisi, sektor energi dan infrastruktur tampil cukup perkasa dengan kenaikan masing-masing 0,44 persen dan 0,52 persen. Sektor keuangan juga ikut merangkak naik meski cuma 0,02 persen. Tapi di sisi lain, sektor properti justru terpuruk dengan penurunan hampir 1 persen. Sektor barang baku dan teknologi juga ikut lesu, meski koreksinya tidak terlalu dalam.
Untuk indeks utama lainnya, LQ45 justru melemah 0,11 persen ke posisi 848,02. Sedangkan IDX80 nyaris tidak berubah, cuma naik 0,01 persen. Indeks syariah ISSI sedikit lebih baik dengan kenaikan 0,15 persen.
Beberapa saham di LQ45 hari ini cukup tertekan. AKR Corporindo (AKRA) anjlok 4,85 persen ke level Rp1.275. Merdeka Copper Gold (MDKA) juga ikut merosot 3,13 persen. Sementara Alfamart (AMRT) melemah 2,39 persen.
Tapi tidak semua saham bersedih. Indah Kiat Pulp & Paper (INKP) justru naik 2,33 persen, disusul Bank Mandiri (BMRI) yang menguat 1,86 persen. Medco Energi (MEDC) juga catat kenaikan 1,18 persen. Jadi meski indeks hanya naik tipis, tetap ada peluang profit bagi yang jeli memilih saham.
Artikel Terkait
Rupiah Diprediksi Tembus Rp19.000 per Dolar AS Akhir Juni Akibat Tekanan Geopolitik dan Suku Bunga The Fed
BCA Bagikan Dividen Interim Rp20 per Saham pada Kuartal II 2026
Harga Emas Batangan di Pegadaian Variatif, Antam Rp2,848 Juta per Gram
SCG Chemicals Lepas 11,8 Miliar Saham Chandra Asri, Raup Rp13,7 Triliun