Target Jaringan Kereta Api Nasional 12.100 Km Danantara, Selesai 2030

- Selasa, 18 November 2025 | 13:54 WIB
Target Jaringan Kereta Api Nasional 12.100 Km Danantara, Selesai 2030

Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara menargetkan pembangunan jaringan rel kereta api nasional sepanjang 12.100 kilometer yang akan tersebar di lima pulau besar Indonesia. Target penyelesaian proyek strategis nasional ini ditetapkan pada tahun 2030.

Berdasarkan dokumen Rencana Induk Perkeretaapian Nasional, distribusi panjang jalur kereta api akan dialokasikan untuk setiap pulau. Wilayah Jawa dan Bali mendapatkan alokasi terbesar sepanjang 6.800 kilometer. Disusul oleh Pulau Sumatra dengan 2.900 kilometer, Kalimantan 1.400 kilometer, serta Sulawesi dan Papua masing-masing sepanjang 500 kilometer.

Pemerintah melalui Danantara menegaskan bahwa rel kereta api tidak hanya dipandang sebagai infrastruktur fisik biasa. Jaringan kereta api nasional ini akan berfungsi sebagai ruang pelayanan publik berskala besar yang menghubungkan berbagai daerah di Indonesia.

Perkembangan ekosistem perkeretaapian Indonesia saat ini terus menunjukkan kemajuan signifikan. Fokus pengembangan mencakup program modernisasi jaringan rel, peningkatan standar keamanan operasional, dan proses peremajaan armada kereta api.

Langkah-langkah strategis ini diharapkan dapat memperkuat konektivitas transportasi antarwilayah sekaligus menciptakan sistem mobilitas nasional yang lebih terintegrasi dan efisien.

Dalam ekosistem Danantara Indonesia, PT KAI (Persero) dan PT INKA (Persero) memegang peran kunci dalam perluasan layanan dan inovasi sistem transportasi kereta api. Sinergi antara kedua BUMN tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan kinerja perkeretaapian nasional secara menyeluruh.

Untuk mendukung tujuan tersebut, COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria, telah melakukan serangkaian pertemuan dengan jajaran direksi KAI dan INKA. Pertemuan ini bertujuan untuk mendorong terciptanya efisiensi operasional dan integrasi sistem transportasi yang lebih baik.

Kolaborasi strategis antara berbagai pemangku kepentingan diarahkan untuk menciptakan peningkatan efisiensi, integrasi ekosistem transportasi yang komprehensif, dan pengembangan jaringan kereta api yang berkelanjutan untuk masa depan Indonesia.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar