Capai Kedaulatan Pangan dan Kondisi Stok Beras
Sementara itu, di sektor karbohidrat, Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan produksi beras nasional tahun ini mencapai 34,77 juta ton. Produksi jagung juga mengalami peningkatan sekitar 9 persen.
Zulhas menyatakan bahwa Indonesia tidak akan melakukan impor beras hingga akhir tahun ini karena stok dalam negeri sudah mencukupi. "Tahun lalu impor mencapai 4,5 juta ton, namun tahun ini kita justru menikmati surplus sekitar empat juta ton," tambahnya.
Dia juga mengutip perintah Presiden bahwa kedaulatan pangan adalah hal yang mutlak dan tidak dapat ditawar. "Berapapun ongkosnya, kita harus lakukan," tegas Zulhas.
Peran Inovasi dan Teknologi dalam Transformasi Pertanian
Meski berkomitmen penuh, Zulhas mengakui bahwa pemerintah tetap membutuhkan inovasi dan teknologi terbaru untuk memperkuat produksi pangan. Varietas padi unggul, mekanisasi pertanian, dan dukungan riset dari berbagai lembaga, termasuk kerja sama internasional, dinilai krusial untuk mempercepat transformasi sektor pertanian Indonesia.
"Indonesia dalam 1 hingga 5 tahun ke depan akan membangun menuju kedaulatan pangan secara besar-besaran," pungkasnya.
Pemerintah berharap, dengan perluasan kapasitas produksi pangan dan kolaborasi melalui forum seperti ISRF, ketahanan pangan nasional dapat diperkuat secara berkelanjutan dalam jangka panjang.
Artikel Terkait
Nikel Melonjak, Tapi Izin Tambang Mandeg: Dilema Industri di Tengah Geliat Harga
SOFA Bentuk Konsorsium Internasional untuk Garap Proyek Waste-to-Energy
Mantan Bos Angkasa Pura II Resmi Pimpin Jasa Raharja
PACK Siapkan Rights Issue Rp3,25 Triliun untuk Restrukturisasi dan Ekspansi