PT Pertamina (Persero) memperluas jangkauan produk bahan bakar ramah lingkungannya, Pertamax Green 95, dengan menambah jumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang menyalurkannya. Saat ini, sebanyak 168 SPBU di beberapa provinsi utama seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) telah menyediakan produk bioetanol 5 persen (E5) ini.
Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo, menyatakan bahwa perusahaan secara konsisten mendorong peningkatan penjualan Pertamax Green 95. Produk yang mulai diuji coba secara terbatas sejak Juli 2023 ini diklaim mendapatkan respons yang sangat positif dari masyarakat.
"Animo masyarakat cukup baik, pertumbuhan penjualan hingga saat ini kurang lebih 80 persen dibandingkan tahun 2024," ujar Mars Ega dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XII DPR.
Jangkauan distribusi energi oleh Pertamina Patra Niaga sendiri sangat luas, menjangkau hingga ke pelosok negeri. Perusahaan mengoperasikan 231 titik suplai, yang mencakup 125 Terminal BBM, 32 Terminal LPG, 74 depot avtur (DPPU), serta jaringan 15.345 SPBU. Dari jumlah SPBU tersebut, 573 titik di antaranya merupakan program BBM Satu Harga.
Sepanjang periode Januari hingga Oktober 2025, Pertamina Patra Niaga telah menyalurkan 87 juta kiloliter (KL) BBM untuk kebutuhan ritel dan industri. Yang menarik, 41 persen dari total penyaluran tersebut merupakan produk non-subsidi atau non-PSO, menunjukkan pergeseran permintaan pasar.
Untuk pencapaian sepanjang tahun ini, perusahaan menargetkan volume penjualan mencapai 106 juta KL. Angka ini sedikit lebih tinggi dibandingkan realisasi penjualan pada tahun 2024 yang sebesar 105 juta KL.
Artikel Terkait
Danantara Klaim Pertemuan dengan 122 Investor AS Pulihkan Kepercayaan Pasar Global terhadap Ekonomi Indonesia
Kesepakatan AS-Iran Redakan Ketegangan Global, Bitcoin Tembus 65.900 Dolar AS
Sepuluh Saham Ini Catat Pertumbuhan Investor Tertinggi di Tengah IHSG Terkoreksi 11,92 Persen pada Mei 2026
PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk Raup Rp498 Miliar dari Private Placement, Dua Investor Institusi Masuk