Para pelaku usaha yang tergabung dalam Asosiasi Industri Olefin Aromatik Plastik (Inaplas) mendesak pemerintah memberikan keringanan aturan impor garam industri setelah tahun 2027. Kebijakan pemerintah saat ini menetapkan batas akhir impor garam industri untuk sektor kimia paling lambat akhir tahun 2027.
Sekretaris Jenderal Inaplas, Fajar Budiono, mengungkapkan bahwa kebutuhan industri saat ini mencapai sekitar 2 juta ton garam untuk operasional Chlor Alkali Plant (CAP). Namun, pasokan garam dalam negeri dinilai belum mampu memenuhi permintaan tersebut.
Kebutuhan garam industri untuk produksi CAP diproyeksikan meningkat menjadi sekitar 3 juta ton pada tahun 2027. Kenaikan ini seiring dengan rencana operasional pabrik kimia Chlor Alkali-Ethylene Dichloride (CA-EDC) milik PT Chandra Asri Pacific Tbk yang ditargetkan beroperasi penuh pada tahun tersebut.
Fajar menekankan bahwa permintaan relaksasi ini tidak berarti industri tidak mendukung program kemandirian garam nasional. "Kami tetap mendukung swasembada garam, namun selama target swasembada belum dapat memenuhi kebutuhan 3 juta ton, kami mohon diberikan keringatan sementara," jelasnya dalam diskusi Forum Wartawan Industri (Forwin).
Artikel Terkait
CPO Tersungkur di Awal 2026, Ekspor Lesu dan Data Produksi Jadi Penentu
Saham ARKO Melonjak 561%, Siapa Dalang di Balik Energi Air Ini?
Pasar 2026 Dibuka dengan Drama: Transportasi Melaju, Saham-Saham Ini Terguncang
BYD Geser Tesla dari Takhta Raja Mobil Listrik Dunia