OJK Proyeksikan Jumlah Investor Pasar Modal Tembus 20 Juta di Awal 2026
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan optimisme bahwa target 20 juta investor pasar modal Indonesia diproyeksikan akan tercapai pada kuartal pertama tahun 2026. Pencapaian ini menunjukkan perkembangan yang sangat positif bagi industri keuangan tanah air.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi, mengungkapkan bahwa meskipun target 20 juta investor mungkin belum terpenuhi pada tahun 2025, pencapaiannya sangat dimungkinkan di awal tahun 2026. Pernyataan ini disampaikan dalam acara Media Gathering Capital Market Journalist Workshop yang diadakan di Bali.
Dalam paparannya, Inarno menyebutkan, "Kami berharap target 20 juta investor dapat terpenuhi tahun ini. Jika tidak, kami perkirakan pada pertengahan atau kuartal pertama 2026 angka tersebut sudah dapat dicapai."
Dominasi Investor Ritel dan Harapan untuk Investor Institusional
Pertumbuhan jumlah investor ini didominasi oleh investor ritel. Namun, OJK juga menyoroti pentingnya peran serta investor institusional domestik untuk semakin aktif berkontribusi dalam pengembangan pasar modal Indonesia. Peningkatan partisipasi dari institusi besar diharapkan dapat menciptakan stabilitas dan kedalaman pasar yang lebih baik.
Data Pertumbuhan Investor Pasar Modal Indonesia
Data terbaru menunjukkan tren peningkatan jumlah investor yang signifikan. Catatan pada tahun 2020, jumlah investor pasar modal Indonesia berada di angka 3,88 juta. Jumlah ini kemudian melonjak drastis, dan per 7 November 2025, telah mencapai 19,32 juta investor.
Yang lebih menggembirakan, penambahan investor baru sepanjang tahun ini bahkan telah melampaui target tahunan yang ditetapkan sebelumnya, dengan tambahan sekitar 4,2 juta investor baru.
Profil Investor Pasar Modal Indonesia: Didominasi Generasi Muda
Data demografi investor mengungkapkan sebuah tren yang menarik. Mayoritas investor pasar modal Indonesia berasal dari kalangan generasi muda. Sebanyak 54,20 persen dari total investor berusia di bawah 30 tahun. Hal ini menunjukkan semakin tingginya minat dan literasi keuangan di kalangan pemuda Indonesia terhadap instrumen investasi.
Dari sisi distribusi geografis, Pulau Jawa masih menjadi wilayah dengan kontributor investor terbesar, yaitu sebesar 69,22 persen. Wilayah Sumatera menyusul di posisi kedua dengan 15,99 persen, dan Sulawesi di posisi ketiga dengan kontribusi sebesar 5,24 persen.
Dengan pertumbuhan yang pesat dan komposisi investor yang didominasi generasi muda, pasar modal Indonesia memiliki prospek yang cerah untuk terus berkembang dan berkontribusi bagi perekonomian nasional.
Artikel Terkait
Danantara Alokasikan 50% Dana Kelolaan ke Pasar Modal
Pertamina Geothermal Kembangkan Hidrogen Hijau dari Panas Bumi untuk Terminal Tanjung Sekong
Bursa Asia Melemah Ikuti Wall Street, Kecuali Korea Selatan
Harga Emas Antam Turun Rp43.000 per Gram pada Jumat Pagi