Musk Tuntut OpenAI Rp 2.000 Triliun, Lebih dari Sekadar Urusan Duit

- Selasa, 20 Januari 2026 | 16:36 WIB
Musk Tuntut OpenAI Rp 2.000 Triliun, Lebih dari Sekadar Urusan Duit

Elon Musk kembali membuat kejutan, kali ini di ruang sidang. Bos Tesla dan SpaceX itu menggugat OpenAI dan Microsoft dengan tuntutan ganti rugi yang angkanya bikin pusing: antara 79 hingga 134 miliar dolar AS. Kalau dirupiahkan, nilainya bisa tembus Rp 2.000 triliun lebih. Sungguh angka yang sulit dibayangkan.

Gugatan ini, seperti dilaporkan Bloomberg, berangkat dari tuduhan serius. Musk merasa dikhianati. OpenAI, yang dulu ia bantu dirikan sebagai lembaga nirlaba, dianggap telah menyimpang dari misi awalnya. Perusahaan itu kini dinilai terlalu komersial dan erat dengan Microsoft.

Lantas, dari mana angka fantastis itu muncul? Semuanya berangkat dari perhitungan seorang saksi ahli yang dihadirkan tim Musk, C. Paul Wazzan. Ekonom keuangan ini bukan main-main. Profilnya menunjukkan pengalaman hampir 100 kali memberikan kesaksian di bawah sumpah dan belasan kali tampil di persidangan perkara komersial rumit.

Wazzan berpendapat Musk berhak atas porsi besar dari valuasi OpenAI yang kini dikabarkan mencapai 500 miliar dolar. Dasarnya? Kontribusi awal Musk saat pendirian tahun 2015, yang mencapai 38 juta dolar. Kalau dilihat sekilas, klaim ini seperti meminta balasan 3.500 kali lipat dari uang yang dulu ditanam.

Namun begitu, perhitungannya tak cuma soal uang tunai. Analisis Wazzan juga memasukkan andil non-finansial Musk. Mulai dari keahlian teknisnya, gagasan, hingga peran strategisnya di masa-masa awal OpenAI berdiri. Dari sana, dia menyimpulkan OpenAI telah mendapat keuntungan tidak wajar sebesar 65,5 hingga 109,4 miliar dolar. Sementara Microsoft, yang pegang sekitar 27% saham, disebut meraup untung 13,3 hingga 25,1 miliar dolar.

Di sisi lain, tim hukum Musk berargumen ini soal prinsip. Sebagai investor awal sebuah startup, wajar jika Musk menuntut imbal hasil yang berlipat ganda dari modal awalnya. Tapi, besarnya angka tuntutan justru mengisyaratkan sesuatu: pertarungan ini jelas bukan semata-mata urusan duit.

Mengapa? Kekayaan pribadi Musk sendiri sudah luar biasa. Diperkirakan mencapai 700 miliar dolar, atau sekitar Rp 12.000 triliun. Itu membuatnya jadi orang terkaya di dunia, dengan jarak yang sangat jauh dari pesaing terdekat.

Reuters bahkan mencatat, hartanya melampaui kekayaan Larry Page, pendiri Google yang ada di posisi kedua, dengan selisih sekitar 500 miliar dolar menurut daftar Forbes.

Belum lama ini, pemegang saham Tesla juga menyetujui paket kompensasi untuk Musk senilai 1 triliun dolar. Sebuah rekor baru untuk bayaran korporasi. Dengan latar belakang seperti itu, tambahan 134 miliar dolar dari gugatan ini mungkin terlihat seperti angka receh baginya.

OpenAI sendiri tampaknya sudah bersiap. Menurut informasi, perusahaan mengirim surat ke para investor dan mitra bisnisnya pada Kamis (15/1) lalu. Isinya berupa peringatan.

Mereka menyebut Musk kemungkinan akan melontarkan klaim-klaim yang sengaja dibuat sensasional dan menarik perhatian, terutama menjelang persidangan yang dijadwalkan berlangsung April mendatang di Oakland, California.

Jadi, ini lebih dari sekadar tuntutan ganti rugi. Ini adalah babak baru dari perseteruan panjang antara sang visioner dengan perusahaan yang pernah ia bantu lahirkan. Dan kita semua hanya bisa menunggu, apa yang akan terjadi di ruang sidang nanti.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar