Seorang pria berusia 35 tahun di Iran baru saja menjalani operasi yang benar-benar luar biasa. Dokter menemukan sebuah batu di kandung kemihnya, dan ukurannya harus diakui sungguh di luar nalar.
Semua berawal ketika pria itu datang ke klinik urologi sebuah rumah sakit. Keluhannya sederhana: rasa tidak nyaman di bagian bawah perut. Yang membuatnya aneh, dia sama sekali tidak punya masalah saat buang air kecil. Riwayat operasi? Nol. Gejala infeksi saluran kemih yang biasa, seperti anyang-anyangan atau rasa perih? Juga tidak ada. Keadaannya memang membingungkan.
Namun begitu dokter memeriksa perutnya, mereka langsung merasakan sesuatu yang asing. Tepat di atas tulang kemaluan, teraba sebuah massa yang besar, padat, dan permukaannya halus. Massa itu seolah mengambang, tidak menempel pada tulang panggul atau dinding perut.
Penasaran, tim medis lalu melakukan USG. Hasilnya mencengangkan: ada benda berbentuk mirip telur raksasa bersarang di kandung kemih, dengan diameter sekitar 11 sentimeter. Temuan ini kemudian dicatat dalam sebuah laporan kasus di NCBI.
Setelah ditelaah, benda padat itu ternyata adalah batu kandung kemih atau dalam istilah medis, kalkuli. Batu jenis ini biasanya terbentuk dari mineral dalam urine yang mengkristal, dan mayoritas kandungannya adalah kalsium. Proses pembentukannya seringkali dimulai ketika kandung kemih tidak bisa dikosongkan sepenuhnya, sehingga urine yang tertinggal menjadi sangat pekat dan akhirnya mengendap. Meski umumnya batu ini tumbuh langsung di kandung kemih, ada juga kasus dimana batu ginjal kecil turun dan membesar di sana.
Ukuran batu kandung kemih memang bisa sangat beragam. Yang kecil bisa keluar sendiri tanpa disadari. Tapi batu yang besar? Itu cerita lain. Ia bisa menghalangi aliran urine, melukai dinding saluran kemih, dan memicu nyeri hebat hingga pendarahan.
Dalam kasus pria Iran ini, untungnya batu itu belum menyumbat saluran kemihnya. Tapi karena ukurannya yang ekstrem, dokter memutuskan untuk mengangkatnya lewat prosedur bedah yang disebut sistolitotomi. Operasinya pun tidak biasa; sayatan harus diperlebar hingga ke bagian belakang kandung kemih untuk mengeluarkan benda asing tersebut.
Artikel Terkait
Kelangkaan RAM Ganggu Gelombang AI, Lenovo Ubah Strategi ke Solusi Berbasis Hasil
Bakteri Pemakan Minyak: Harapan Baru untuk Sembuhkan Laut Indonesia
Lenovo Akui Harga Produk Bakal Naik Imbas Demam AI
FCC Izinkan SpaceX Tambah 7.500 Satelit Starlink, Layanan Internet Global Makin Dekat