Di tengah geliat Indonesia membangun kekuatan digitalnya, Lenovo menyatakan dukungannya. Bukan cuma sekadar dukungan biasa, tapi komitmen untuk mewujudkan apa yang disebut kedaulatan data dan kecerdasan buatan di tanah air. Intinya, kontrol atas data dan pengembangan teknologi harusnya nggak sepenuhnya bergantung pada pemain global. Itu prinsip dasarnya.
Nah, Lenovo nampaknya nggak cuma mau jualan perangkat keras semata. Mereka bilang siap mendukung pengembangan model AI yang benar-benar relevan dengan kondisi dan kebutuhan pasar Indonesia. Hal ini sejalan banget sama strategi pemerintah yang memang sedang fokus ke sana.
“Kami berbicara tentang implementasi Sovereign AI di Indonesia,” ujar Amar Babu, seorang Senior Executive Lenovo.
“Kami akan bekerja sama dengan beberapa mitra yang sedang membangun model pelatihan berdasarkan data lokal, data Indonesia. Niat kami adalah membawa semua teknologi ini ke Indonesia bekerja dengan mitra lokal,” jelasnya dalam acara Consumer Electronics Show (CES 2026) di Las Vegas, AS, Rabu lalu.
Memang, upaya Indonesia sedang serius. Mulai dari infrastruktur, SDM, sampai regulasi digodok, termasuk kerja sama dengan berbagai perusahaan teknologi. Tujuannya satu: menjaga data lokal tetap di dalam negeri dan dikelola secara berdaulat.
Tak Hanya AI, Soal TKDN Juga Diperhatikan
Sebagai pasar yang dinilai potensial, Lenovo berkomitmen mengikuti regulasi di Indonesia. Salah satunya ya soal pemenuhan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) itu.
“Kami sekarang telah menambah manufaktur di Indonesia karena kami mengikuti regulasi lokal untuk memproduksi device,” kata Amar.
“Kami telah meluncurkan Motorola di Indonesia beberapa bulan yang lalu, beberapa kuartal yang lalu. Kami telah meluncurkan tablet,” sambungnya.
“Sesuai aturan kami harus memproduksi secara lokal juga. Jadi kami telah berinvestasi dan sebenarnya mulai melakukan manufaktur di Indonesia.”
Untuk mewujudkannya, PT Lenovo Indonesia menjalin kemitraan dengan PT Sat Nusapersada Tbk. Mereka membuka pabrik perakitan laptop dan PC Lenovo di Batam, Kepulauan Riau. Berkat perakitan lokal ini, Lenovo klaim sudah memenuhi syarat TKDN sebesar 40 persen yang ditetapkan pemerintah.
Dengan produk 'made in Batam', harapannya posisi Lenovo makin kuat sebagai perusahaan yang mendukung kemajuan industri lokal. Mereka ingin dilihat punya komitmen nyata untuk masa depan teknologi Indonesia.
Jadi, Lenovo tampaknya nggak mau cuma jadi penonton di ekosistem yang sedang panas ini. Mereka datang dengan modal, teknologi, dan pendekatan yang bisa memacu adopsi AI lebih cepat. Momentum ini sekaligus jadi tantangan buat ekosistem teknologi lokal: bisa nggak berkolaborasi dan bersaing di era transformasi digital yang penuh peluang dan ekspektasi tinggi ini?
Keterlibatan raksasa teknologi global macam Lenovo memang bisa jadi katalis percepatan. Tapi pada akhirnya, kedaulatan data dan AI tetaplah bergantung pada tiga hal: kebijakan yang matang, investasi infrastruktur yang serius, dan tentu saja, sumber daya lokal yang tangguh.
Artikel Terkait
Cara Nonaktifkan Suara Jepretan Kamera iPhone Sesuai Model
Domain AI.com Terjual Rp1,1 Triliun, Pecahkan Rekor Termahal Sepanjang Sejarah
Koktail Berasap Berujung Tragis, Lambung Pria Ini Pecah Usai Teguk Nitrogen Cair
Petrichor: Aroma Hujan yang Menenangkan Pikiran dan Mengembalikan Keseimbangan