Cuaca ekstrem di Australia baru-baru ini menghasilkan pemandangan yang luar biasa. Sebuah danau raksasa tiba-tiba berubah warna, terbelah menjadi dua bagian dengan warna yang saling bertolak belakang. Citra satelit dari NASA menangkap fenomena alam yang menakjubkan ini dengan sangat jelas.
Danau itu adalah Lake Eyre, atau Kati Thanda–Lake Eyre. Letaknya di Australia Selatan dan dikenal sebagai titik terendah alami di benua itu. Luasnya lebih dari 5.600 kilometer persegi, menjadikannya danau endoreik terbesar di Australia. Artinya, danau ini tidak punya saluran keluar. Air hanya datang saat hujan lebat atau banjir besar melanda. Selebihnya, tempat ini cenderung kering kerontang.
Namun kali ini, banjir besar benar-benar mengubah wajahnya.
Menurut laporan yang dirilis NASA, hujan deras sejak awal Mei lalu telah membanjiri sungai-sungai yang mengalir ke Lake Eyre. Banjir itu berlanjut sepanjang musim gugur dan musim dingin di belahan Bumi selatan. Baru pada Oktober, saat musim semi tiba, intensitasnya mulai mereda. Air pun perlahan menguap. Memasuki Desember, sungai-sungai itu kembali kering dan permukaan danau turun dengan cepat.
Citra satelit yang diambil pada pertengahan Desember 2025 memperlihatkan hasilnya. Dua bagian terdalam danau, Belt Bay dan Madigan Gulf, masih tergenang. Tapi warna mereka? Sangat berbeda.
Air di Belt Bay tampak biru kehijauan cerah, seperti aquamarine yang memikat.
Artikel Terkait
OpenAI Luncurkan ChatGPT Health, Asisten Kesehatan yang Tak Gantikan Dokter
Jejak Purba di Batu: Kisah di Balik Fosil yang Membisu
Lenovo Pasang Kuda-Kuda di Indonesia, Dukung Kedaulatan Data dan AI Lokal
ROG Gempur CES 2026: Laptop Dua Layar hingga Kolaborasi Eksklusif dengan Kojima