Danau Eyre Terbelah Dua, Warna Airnya Bak Dua Dunia Berbeda

- Rabu, 07 Januari 2026 | 14:24 WIB
Danau Eyre Terbelah Dua, Warna Airnya Bak Dua Dunia Berbeda

Cuaca ekstrem di Australia baru-baru ini menghasilkan pemandangan yang luar biasa. Sebuah danau raksasa tiba-tiba berubah warna, terbelah menjadi dua bagian dengan warna yang saling bertolak belakang. Citra satelit dari NASA menangkap fenomena alam yang menakjubkan ini dengan sangat jelas.

Danau itu adalah Lake Eyre, atau Kati Thanda–Lake Eyre. Letaknya di Australia Selatan dan dikenal sebagai titik terendah alami di benua itu. Luasnya lebih dari 5.600 kilometer persegi, menjadikannya danau endoreik terbesar di Australia. Artinya, danau ini tidak punya saluran keluar. Air hanya datang saat hujan lebat atau banjir besar melanda. Selebihnya, tempat ini cenderung kering kerontang.

Namun kali ini, banjir besar benar-benar mengubah wajahnya.

Menurut laporan yang dirilis NASA, hujan deras sejak awal Mei lalu telah membanjiri sungai-sungai yang mengalir ke Lake Eyre. Banjir itu berlanjut sepanjang musim gugur dan musim dingin di belahan Bumi selatan. Baru pada Oktober, saat musim semi tiba, intensitasnya mulai mereda. Air pun perlahan menguap. Memasuki Desember, sungai-sungai itu kembali kering dan permukaan danau turun dengan cepat.

Citra satelit yang diambil pada pertengahan Desember 2025 memperlihatkan hasilnya. Dua bagian terdalam danau, Belt Bay dan Madigan Gulf, masih tergenang. Tapi warna mereka? Sangat berbeda.

Air di Belt Bay tampak biru kehijauan cerah, seperti aquamarine yang memikat.

Sementara Madigan Gulf justru berwarna coklat kemerahan pekat. Dari jarak dekat, warnanya bahkan dilaporkan cenderung merah muda hingga oranye.

Lantas, apa penyebab perbedaan mencolok ini? Diduga, kondisi lingkungan setempat yang berperan. Faktor seperti tingkat salinitas, kedalaman air, dan komposisi mikroorganisme di setiap teluk kemungkinan besar menjadi pemicunya. Beberapa danau berwarna merah muda di dunia diketahui mengandung alga tertentu, dan jenis alga serupa juga ditemukan di Lake Eyre.

Fenomena ini sekaligus mengingatkan kita pada sifat dinamis alam. Lake Eyre adalah danau endoreik, sepenuhnya bergantung pada curah hujan yang tak menentu. Keberadaan air di sini selalu sementara. Hingga saat ini, belum ada yang tahu kapan genangan air warna-warni ini akan lenyap kembali, mengering seperti sedia kala.

Danau endoreik memang sering menyimpan kejutan. Ambil contoh Danau Van di Turki pada 2023. Saat mengering, danau itu memperlihatkan mikrobialit kuno struktur batuan vertikal mirip terumbu karang raksasa yang tersembunyi ratusan ribu tahun di dasar air. Struktur itu diperkirakan terbukan oleh aliran lava vulkanik yang bercampur dengan batuan dasar danau.

Perubahan warna Lake Eyre kali ini, selain indah dipandang, adalah bukti nyata. Ia menunjukkan bagaimana cuaca ekstrem bisa mengubah lanskap Bumi secara dramatis, bahkan di tempat yang paling gersang sekalipun.

Foto-foto spektakuler ini sendiri direkam oleh NASA Earth Observatory, menggunakan data dari satelit Landsat.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar