Namun begitu, perjalanan menuju titik ini tak mulus. Awalnya, pada 2022, FDA sempat menolak izin uji klinis mereka karena pertimbangan keamanan. Neuralink harus bekerja keras menjawab kekhawatiran itu. Barulah di 2024, mereka mendapat lampu hijau untuk memulai uji coba pada manusia.
Dan hasilnya? Hingga September tahun lalu, sudah 12 orang di berbagai penjuru dunia yang menerima implan ini. Mereka semua mengalami kelumpuhan parah. Kini, dengan chip tersebut, mereka bisa mengendalikan beragam perangkat, baik digital maupun fisik.
Di sisi lain, dari urusan pendanaan, Neuralink juga tampak solid. Perusahaan ini berhasil mengumpulkan dana segar yang sangat besar sekitar Rp 10,8 triliun dalam putaran pendanaan Juni lalu. Dana itu tentu akan mempercepat realisasi ambisi mereka.
Jadi, tahun ini kita mungkin akan menyaksikan babak baru. Bukan lagi sekadar uji coba, melainkan produksi volume tinggi untuk teknologi yang bisa mengubah hidup banyak orang.
Artikel Terkait
Jejak Purba di Batu: Kisah di Balik Fosil yang Membisu
Lenovo Pasang Kuda-Kuda di Indonesia, Dukung Kedaulatan Data dan AI Lokal
Danau Eyre Terbelah Dua, Warna Airnya Bak Dua Dunia Berbeda
ROG Gempur CES 2026: Laptop Dua Layar hingga Kolaborasi Eksklusif dengan Kojima