Kisah Pilu di Gajayana: Asisten Pelatih Arema FC Wafat Usai Laga Amal

- Minggu, 18 Januari 2026 | 19:36 WIB
Kisah Pilu di Gajayana: Asisten Pelatih Arema FC Wafat Usai Laga Amal

Suasana riuh di Stadion Gajayana, Malang, tiba-tiba berubah jadi sunyi penuh kepanikan. Minggu sore itu (18/1), Kuncoro, asisten pelatih Arema FC, ambruk tak sadarkan diri di bangku cadangan. Usai tampil ceria di babak pertama sebuah laga amal, nyawanya tak tertolong.

Laga yang digelar untuk memperingati 100 tahun Stadion Gajayana itu seharusnya jadi momen bahagia. Kuncoro turun bermain bersama sederet legenda sepak bola Malang macam Siswantoro, Hermawan, dan Doni Suherman. Ia terlihat baik-baik saja, tanpa keluhan berarti selama di lapangan.

Namun begitu, segalanya berubah drastis usai istirahat babak pertama. Saat duduk di bench, pria yang dikenal jenaka itu mendadak kolaps. Situasi langsung panik.

Pertandingan pun dihentikan. Tim medis darurat yang ada di lokasi langsung sigap. Dari sebuah video yang beredar, terlihat mereka melakukan resusitasi jantung dan memberikan oksigen kepada Kuncoro. Upaya penyelamatan dilakukan dengan cepat sebelum ia dilarikan ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) sekitar pukul 16.30 WIB.

Sayangnya, semua usaha itu sia-sia. Di rumah sakit, nyawanya tak bisa diselamatkan.

General Manager Arema FC, Muhammad Yusrinal Fitriandi, membenarkan kabar duka ini. Menurutnya, Kuncoro tiba-tiba mengalami kejang-kejang di bangku cadangan usai bermain satu babak dengan lancar.

“Kami semua sangat shock dan terpukul,” ujar Yusrinal, suaranya bergetar.

“Cak Kun memulai karier profesionalnya di Stadion Gajayana, tempat dia merajut mimpi masa mudanya. Dan hari ini, Allah memanggilnya pulang di stadion yang sama, tepat di momen 100 tahun stadion ini. Beliau 'pulang' saat sedang bahagia berkumpul dengan sahabat-sahabat lamanya di lapangan.”

Untuk sementara, jenazah almarhum masih berada di Ruang Jenazah RSSA. Setelah proses pemulasaraan selesai, akan dibawa ke rumah duka di Jalan Turi RT 5 RW 2, Desa Putat Kidul, Gondanglegi, Kabupaten Malang.

Yusrinal menutup pernyataannya dengan permohonan doa.

“Mari kita doakan bersama, semoga Almarhum Kuncoro Husnul Khotimah, dilapangkan kuburnya, dan diterangkan jalannya menuju Surga-Mu, Ya Allah. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.”

Sebuah akhir yang menyedihkan di tengah pesta olahraga. Sepak bola Malang kembali kehilangan salah satu putranya.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar