Suasana riuh di Stadion Gajayana, Malang, tiba-tiba berubah jadi sunyi penuh kepanikan. Minggu sore itu (18/1), Kuncoro, asisten pelatih Arema FC, ambruk tak sadarkan diri di bangku cadangan. Usai tampil ceria di babak pertama sebuah laga amal, nyawanya tak tertolong.
Laga yang digelar untuk memperingati 100 tahun Stadion Gajayana itu seharusnya jadi momen bahagia. Kuncoro turun bermain bersama sederet legenda sepak bola Malang macam Siswantoro, Hermawan, dan Doni Suherman. Ia terlihat baik-baik saja, tanpa keluhan berarti selama di lapangan.
Namun begitu, segalanya berubah drastis usai istirahat babak pertama. Saat duduk di bench, pria yang dikenal jenaka itu mendadak kolaps. Situasi langsung panik.
Pertandingan pun dihentikan. Tim medis darurat yang ada di lokasi langsung sigap. Dari sebuah video yang beredar, terlihat mereka melakukan resusitasi jantung dan memberikan oksigen kepada Kuncoro. Upaya penyelamatan dilakukan dengan cepat sebelum ia dilarikan ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) sekitar pukul 16.30 WIB.
Sayangnya, semua usaha itu sia-sia. Di rumah sakit, nyawanya tak bisa diselamatkan.
General Manager Arema FC, Muhammad Yusrinal Fitriandi, membenarkan kabar duka ini. Menurutnya, Kuncoro tiba-tiba mengalami kejang-kejang di bangku cadangan usai bermain satu babak dengan lancar.
Artikel Terkait
Paes Bantah Keras Rumor Hijrah ke Persib: Berita Palsu!
Persebaya Krisis Striker Lokal, Bernardo Tavares Diburu Waktu
Diam di Bursa Transfer, Strategi atau Terjebak Sanksi?
Duka di Gajayana: Asisten Pelatih Arema FC Wafat Usai Kolaps di Pinggir Lapangan