Keterbatasan Bahasa Kita Sendiri
Bahasa ibu kita ternyata punya pengaruh besar. Saat mendengar bunyi asing yang nggak familier, otak cenderung memaksanya masuk ke dalam kotak kosakata yang sudah kita kenal. Proses ini instan dan otomatis, sebuah strategi agar kita bisa cepat "paham".
Makanya, lagu berbahasa asing, terutama yang dinyanyikan dengan aksen kental, jadi ladang subur bagi mondegreen. Otak memilih makna yang terdekat dan paling familiar, meski akhirnya jauh panggang dari api. Yang penting, bunyinya jadi masuk akal bagi kita.
Ingatan Keliru yang Ngeyel
Ini bagian yang paling bikin gregetan. Sekali kita menganggap "scaramouche" adalah "scary mushroom", susah banget untuk melupakannya. Penelitian Elizabeth Loftus tentang memori menunjukkan hal serupa: ingatan yang sudah terbentuk, meski salah, cenderung bertahan lama.
Otak kita pada dasarnya makhluk hemat energi. Menggunakan jalur saraf yang sudah terbentuk itu lebih efisien ketimbang harus membentuk jalur baru. Jadi, meski kita sudah tahu lirik yang benar, versi salah yang sudah membeku itu kerap masih menyelinap saat kita lagi tidak fokus. Seolah-olah otak berkata, "Udah, yang ini aja, lebih gampang."
Bukan Kegagalan, Tapi Keajaiban
Jadi, salah dengar lirik itu sebenarnya bukti betapa aktif dan kreatifnya otak kita. Ia bekerja keras memberi makna pada dunia yang berisik, mengambil jalan pintas berdasarkan pengetahuan yang ada, dan berusaha memahami segalanya dengan cepat.
Lain kali kamu ketahuan salah nyanyi, jangan malu. Itu bukan tanda kurang teliti. Itu adalah tanda bahwa otakmu tidak pernah berhenti bekerja, mencoba membuat cerita yang koheren dari segala suara yang berdesakan masuk. Sebuah kesalahan kecil yang justru menunjukkan betapa rumit dan menakjubkannya diri kita.
Artikel Terkait
Gawai vs PR: Mengapa Anak Rajin di Sekolah, Malas Belajar di Rumah?
Antarmuka: Penerjemah Tak Kasat Mata yang Menentukan Nasib Tanaman Hidroponik
Soundcore Luncurkan Earbuds Tidur yang Bisa Netralisir Dengkuran
Meta Rogoh Rp 32 Triliun untuk Akuisisi Startup AI Singapura, Manus