Mereka menjatuhkan materi kuantum dari sebuah menara.
Begini kira-kira prosesnya: sekitar 100.000 atom rubidium ditahan dalam perangkap magnetik di puncak menara setinggi 110 meter. Perangkap itu bertindak seperti lensa, memampatkan atom-atom hingga membentuk sesuatu yang disebut Bose-Einstein condensate (BEC). Dalam keadaan kuantum yang aneh ini, ribuan atom bergerak serempak bak satu partikel tunggal.
Lalu, perangkapnya dimatikan. Selama dua detik jatuh bebas di dalam menara, BEC itu mengembang dan mendingin drastis. Instrumen super sensitif memantau setiap perubahan kecil pada awan kuantum yang ultra-dingin itu.
Bagi kita, suhu seperti ini tentu tidak bisa dibayangkan sebagai "dingin" biasa. Di skala pikokelvin, atom-atom hampir berhenti total. Dunia fisika klasik pun memudar, digantikan oleh keanehan mekanika kuantum yang penuh misteri.
Artikel Terkait
Asus Resmi Mundur dari Pasar Smartphone, Fokus Beralih ke Robot dan AI
Dari Sawah ke Server: Lima Teknologi yang Merevolusi Ladang Modern
Industri 5.0: Saat Manusia Kembali Jadi Pusat Kemajuan
Musk Tuntut OpenAI Rp 2.000 Triliun, Lebih dari Sekadar Urusan Duit