Pegadaian Pacu Pengelolaan Emas Capai 28 Ton Hingga Akhir 2025
PT Pegadaian (Persero) secara resmi mengumumkan target ambisiusnya untuk mengelola aset emas hingga 28 ton pada akhir tahun 2025. Target ini akan dicapai melalui integrasi seluruh layanannya, mulai dari Tabungan Emas, Cicil Emas, layanan titipan, hingga bisnis bullion.
Proyeksi dan Capaian Bisnis Emas Pegadaian
Perusahaan memproyeksikan total kelolaan emasnya akan mencapai 25 ton di akhir tahun 2025. Dalam perjalanannya, Pegadaian telah mencatatkan kinerja keuangan yang gemilang. Direktur Utama PT Pegadaian, Damar Latri Setiawan, mengungkapkan bahwa laba bersih perseroan melonjak tajam menjadi Rp5,67 triliun, yang mencerminkan pertumbuhan solid sebesar 27,7% dibandingkan periode sebelumnya sebesar Rp4,44 triliun.
Fokus pada Tabungan dan Cicil Emas
Dua produk unggulan, Tabungan Emas dan Cicil Emas, menjadi pilar utama strategi ini. Pegadaian menargetkan total titipan Tabungan Emas dapat mencapai 15 ton pada 2025. Sementara itu, untuk Cicil Emas, perusahaan mengejar outstanding atau saldo yang belum dibayar hingga menembus angka Rp10 triliun.
Damar Latri Setiawan dalam acara Bullion Connect 2025 di Jakarta memaparkan perkembangan positif ini. "Pertumbuhan kami positif, Pegadaian kini telah memiliki basis 4 juta nasabah yang aktif menabung emas. Untuk cicilan emas, outstanding telah mencapai Rp8,5 triliun per 30 September, dan pada Oktober ini angkanya telah naik menjadi Rp9,5 triliun. Dengan optimisme tinggi, kami yakin dapat mencapai target Rp10 triliun untuk cicilan emas di akhir tahun," jelasnya.
Potensi Pasar dan Perkembangan Bullion
Langkah strategis Pegadaian ini juga sejalan dengan upaya pemerintah untuk mengoptimalkan potensi kepemilikan emas masyarakat Indonesia, yang diperkirakan mencapai 1.800 ton dan masih banyak yang tersimpan di luar sistem keuangan formal.
Di sisi produksi dan penjualan, emas batangan di Pegadaian juga menunjukkan tren peningkatan sepanjang 2025. Hal ini didorong oleh pertumbuhan bisnis bullion yang pesat dan semakin tingginya minat masyarakat terhadap emas sebagai instrumen investasi yang aman dan menguntungkan.
Secara keseluruhan, Pegadaian memproyeksikan volume perdagangan emasnya, di luar produk tabungan dan cicilan, telah mengalami kenaikan signifikan sebesar 22% hingga September 2025, memperkuat posisinya sebagai pelaku utama dalam industri emas nasional.
Artikel Terkait
InJourney Potong Tarif Bandara, Harga Tiket Mudik Lebaran 2026 Dipastikan Turun
Prabowo Gelar Rapat Terbatas Bahas Strategi Perundingan Ekonomi dengan AS
Tembok Pembatas Lima Meter Roboh di Halaman SMPN 182 Jakarta
Presiden Prabowo Gelar Rapat Ekonomi di Bogor, Fokuskan Kepentingan Nasional dalam Perundingan AS