MURIANETWORK.COM - Anggota Komisi X DPR RI Himmatul Aliyah turun langsung memantau kegiatan pengobatan gratis dan layanan kemanusiaan yang digelar di kawasan Ragunan, Jakarta Selatan, Minggu (15/2/2026). Agenda sosial ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-18 Partai Gerindra, yang diisi dengan pemeriksaan kesehatan, sosialisasi koperasi, hingga pendampingan program bantuan pendidikan untuk warga setempat.
Momen Kedewasaan Partai dan Komitmen Pelayanan
Memasuki usia 18 tahun, Himmatul Aliyah menilai partainya telah mencapai momen kedewasaan yang ditandai dengan perluasan layanan langsung kepada masyarakat. Di lapangan, ia tampak berinteraksi dengan warga dan memastikan jalannya pemeriksaan kesehatan yang melibatkan sejumlah tenaga medis, seperti dr. Asri, dr. Hairul, dan dr. April. Seluruh rangkaian layanan kesehatan ini dikomandani oleh Ketua Layanan Kemanusiaan Partai Gerindra, Misrayanti.
Dalam kesempatan itu, politisi dapil Jawa Barat X ini menyampaikan apresiasinya atas sambutan hangat warga. "Terima kasih kepada seluruh masyarakat, khususnya warga sekitar Ragunan, juga terutama Pak RW, Pak RT yang ada di lingkungan Ragunan," ucapnya. Ia melanjutkan, "Terima kasih atas dukungannya kepada kami, Partai Gerindra yang terus berusaha untuk bersama-sama masyarakat berjuang untuk mensejahterakan masyarakat."
Dari Layanan Kesehatan hingga Ekonomi Kerakyatan
Selain pemeriksaan kesehatan, perhatian juga diberikan pada penguatan ekonomi kerakyatan. Melalui Koperasi Garudayakasa Nusantara (KGN) yang digerakkan Jasmin Setiawan, warga diedukasi untuk memanfaatkan beragam produk koperasi. Himmatul dengan semangat menjelaskan aneka manfaat yang bisa diakses.
"Banyak manfaat kalau kita masuk ke dalam koperasi. Ada jenisnya macam-macam, ada koperasi simpan pinjam, ada koperasi paket lebaran, ada jual beli dan lain sebagainya," terangnya. "Oh, ada simpanan pendidikan juga, simpanan umroh bagi yang mau umroh."
Fokus pada Pemerataan Pendidikan dan Dampak Program Sosial
Sebagai anggota Komisi X yang membidangi pendidikan, Himmatul turut memanfaatkan momen ini untuk membuka posko pendaftaran Program Indonesia Pintar (PIP). Ia menyebut adanya peningkatan nominal bantuan seiring kebijakan wajib belajar 13 tahun. Peluang pendidikan lanjutan juga dibuka melalui SMA Unggulan Garuda yang menawarkan beasiswa hingga ke luar negeri bagi siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu.
Lebih jauh, ia menyoroti dampak berantai dari program sosial seperti Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, program ini tidak hanya menyasar penerima manfaat langsung, tetapi juga menggerakkan sektor riil.
"MBG diam-diam sudah menyerap lapangan kerja sebanyak 1,2 juta orang. Satu dapur MBG saja minimal 20 orang," jelasnya. "Sekarang sudah ada 60 ribu dapur umum di seluruh Indonesia dan akan menjadi 80 ribu. Itu saja sudah menyerap 1,2 juta lapangan kerja."
Ajakan Memanfaatkan Program dan Penutupan Acara
Di penghujung sambutannya, Himmatul mengajak warga Ragunan untuk secara aktif memanfaatkan seluruh program yang tersedia, mulai dari PIP, KIP Kuliah, hingga layanan koperasi dan kesehatan. Acara yang berlangsung penuh semangat ini kemudian ditutup dengan tradisi potong nasi tumpeng dan penyaluran santunan kepada anak yatim, menegaskan nuansa kebersamaan dan kepedulian sosial.
"Silakan manfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Jangan disia-siakan," pungkas Himmatul mengingatkan.
Artikel Terkait
Sopir Taksi Online Laporkan Penumpang Diduga Lakukan Tindakan Asusila di Cipulir
Prabowo Tegaskan Posisi Indonesia dalam Perundingan Ekonomi dengan AS Harus yang Terbaik
Propam Polri Gelar Sidang Kode Etik untuk Mantan Kapolres Bima Tersangka Narkoba
Anggota DPR Desak Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Sopir Truk oleh Oknum Bea Cukai di Batam