Isi dari kitab ini sejalan dengan judulnya, "Taman-taman Orang-orang Saleh", memberikan ketenangan dan hikmah kepada pembacanya.
Saat kehidupan dunia terasa begitu melelahkan dan membingungkan, Riyadhus Shalihin menjadi tempat perlindungan dan kedamaian.
Kitab ini membahas hadits-hadits yang berkaitan dengan ibadah, adab, dan etika, membimbing setiap pembacanya menuju menjadi hamba Allah yang sesuai dengan keinginan-Nya.
Bab pertama dalam kitab ini, "بَابُ الْإِخْلَاصِ" atau "Bab Ikhlas", bab yang membahas tentang pentingnya memurnikan niat hanya untuk Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Al-Imam An-Nawawi menekankan bahwa segala amal perlu diniatkan hanya untuk Allah, tanpa ada keinginan atau pandangan kepada selain-Nya.
Kita diingatkan untuk tidak menginginkan apapun dari amal ibadah kita kecuali balasan di akhirat. Karena Allah Azza wa Jalla memerintahkan hamba untuk beribadah dengan janji surga yang penuh kenikmatan bagi mereka yang ikhlas.
Ikhlas, atau kemurnian niat, adalah kunci utama dalam setiap amalan. Al-Imam An-Nawawi memulai kitabnya dengan bab ini karena menyadari bahwa tanpa ikhlas, semua amalan yang dijelaskan dalam kitab ini menjadi sia-sia. Ikhlas adalah anugerah dari Allah, dan tanpa bantuan-Nya, sulit untuk mencapainya.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: tinewss.com
Artikel Terkait
Masjid Negara IKN Ditargetkan Siap Sambut Ramadan 1447 H
Prasetyo Hadi Tegaskan Anggaran Rp60 Triliun untuk Pascabencana Bukan Anggaran Mati
Bencana November 2025: 25 Desa di Aceh dan Sumut Terhapus dari Peta
Satgas Beri Peringatan Terakhir ke 20 Perusahaan Sawit dan Tambang Penunggak Denda