Simon Tahamata Soroti Mental Pemain Muda Indonesia: Teknis Bagus, Tapi Tantangan Utama di Sini

- Minggu, 09 November 2025 | 03:00 WIB
Simon Tahamata Soroti Mental Pemain Muda Indonesia: Teknis Bagus, Tapi Tantangan Utama di Sini
Simon Tahamata Ungkap Bakat Muda Timnas Indonesia: Teknis Baik, Mental Perlu Dibina

Simon Tahamata Ungkap Hasil Scouting: Bakat Muda Indonesia Punya Teknis Bagus, Tapi Mental Masih Jadi Tantangan

Kepala pemandu bakat PSSI, Simon Tahamata, mulai mengungkapkan temuan-temuan awal dari tugasnya mencari bibit sepak bola Indonesia. Eks pemain Ajax Amsterdam ini mengaku telah menemukan banyak pemain muda potensial yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

Simon Tahamata resmi ditunjuk PSSI sebagai pemandu bakat pada Mei 2025. Tugas utamanya adalah melakukan scouting dan mencari bakat-bakat muda sepak bola dari seluruh penjuru tanah air. Berbeda dengan tim kepelatihan Patrick Kluivert yang telah berpisah, posisi Simon tetap berjalan sesuai mandat dari PSSI.

Kemampuan Teknis Pemain Muda Indonesia Dinilai Baik

Dalam pemantauannya, Simon Tahamata menyimpulkan bahwa secara teknis, bakat muda Indonesia tidak perlu diragukan. Banyak dari mereka yang memiliki kemampuan teknis yang baik, kecepatan, dan kreativitas di atas lapangan.

Namun, ia menekankan bahwa ada aspek penting yang masih perlu dibangun secara serius. "Banyak pemain punya kemampuan teknis bagus, cepat, dan kreatif. Tapi yang masih perlu dibangun adalah disiplin dan mental bertanding. Bakat itu penting, tapi tanpa karakter, pemain akan cepat hilang," ujar Simon seperti dikutip dari rilis resmi PSSI, Minggu (9/11/2025).

Kesempatan yang Belum Merata untuk Pemain Muda

Simon juga menyoroti masalah kesempatan yang belum merata. Ia menyatakan bahwa pemain muda berbakat tidak hanya terkonsentrasi di akademi sepak bola besar, tetapi tersebar luas di seluruh Indonesia.

"Ada banyak pemain potensial di luar radar akademi besar. Saya lihat anak-anak dari Maluku, Sulawesi atau di Pulau Jawa, seperti kemarin saya lihat di Yogyakarta U-16, ada beberapa pemain punya talenta alami yang luar biasa," tuturnya.

Ia kemudian menceritakan pengalamannya melihat seorang pemain bertubuh kecil di Palu yang memiliki mental dan kecerdasan bermain. "Artinya, ia punya akal dan mental bagus. Tugas kami, memastikan mereka mendapat kesempatan yang sama," tandas Simon Tahamata.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar