Jaringan Ksatria Airlangga Tolak Gelar Pahlawan Nasional untuk Soeharto
Jaringan Ksatria Airlangga (JAKA) secara resmi menyatakan penolakan terhadap rencana pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada mantan Presiden Soeharto. Kelompok alumni Universitas Airlangga ini menilai langkah tersebut berpotensi melukai ingatan sejarah dan mengabaikan prinsip keadilan bagi korban pelanggaran HAM.
Alasan Penolakan Gelar Pahlawan untuk Soeharto
Ketua JAKA Teguh Prihandoko menegaskan bahwa penolakan ini didasarkan pada tanggung jawab moral terhadap sejarah bangsa, bukan kebencian pribadi. Dalam pernyataan resminya, JAKA menyoroti berbagai pelanggaran HAM sistematis selama kepemimpinan Soeharto.
Catatan Kelam Pelanggaran HAM Era Soeharto
Beberapa peristiwa penting yang disebutkan JAKA meliputi:
- Peristiwa 1965-1966
- Kasus Tanjung Priok dan Lampung
- Pembunuhan aktivis buruh Marsinah
- Penculikan aktivis prodemokrasi 1997-1998
- Penembakan mahasiswa Trisakti
Artikel Terkait
Tren Film Indonesia Terinspirasi Kisah Nyata, Sorot Cinta hingga Pengkhianatan
Mantan Menhan Juwono Sudarsono Tutup Usia di Jakarta
Arus Balik Lebaran di Tol Cipali Masih Lancar, Puncak Diprediksi Minggu
Mendagri Zulkifli Hasan Pantau Harga Cabai Rawit Merah Capai Rp100 Ribu per Kg