Ledakan SMAN 72 Jakarta: 55 Korban, Biaya RS Ditanggung Pemprov DKI

- Sabtu, 08 November 2025 | 00:40 WIB
Ledakan SMAN 72 Jakarta: 55 Korban, Biaya RS Ditanggung Pemprov DKI
Ledakan SMAN 72 Jakarta: Polisi Pastikan Situasi Aman & Terkendali | Update Korban

Pascaledakan SMAN 72 Jakarta, Polisi Pastikan Situasi Sudah Aman dan Terkendali

JAKARTA – Polda Metro Jaya memastikan situasi di Jakarta pasca ledakan di SMAN 72 Jakarta pada Jumat, 7 November 2025, telah aman dan terkendali. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Bhudi Hermanto, menegaskan masyarakat tidak perlu resah atau khawatir.

"Kami imbau seluruh warga dan masyarakat melalui rekan-rekan media malam ini: tidak perlu khawatir, tidak perlu resah. Semua sudah dapat dikendalikan oleh Kapolda Metro Jaya," ujar Bhudi Hermanto kepada wartawan, Jumat siang.

Bhudi menambahkan bahwa situasi terkini, khususnya di lokasi kejadian, sudah kondusif. Ia meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik menanggapi peristiwa ledakan ini.

Pemprov DKI Jakarta Tanggung Biaya Pengobatan 55 Korban Ledakan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengonfirmasi adanya 55 korban yang sedang menjalani perawatan medis. Data tersebut diperoleh dari Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Asep Edi Suheri.

"Iya. Ada 55 (korban) dari (data) Pak Kapolda," kata Pramono Anung saat berkunjung ke RS Islam Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

Pramono Anung memastikan bahwa seluruh biaya rumah sakit untuk para korban akan menjadi tanggung jawab penuh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Ia meminta agar pelayanan kesehatan diberikan sebaik mungkin.

"Dalam keadaan seperti ini, pemerintah DKI akan hadir. Semua hal yang berkaitan dengan tanggungan di rumah sakit sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemerintah DKI, baik di rumah sakit ini maupun rumah sakit lainnya," tegasnya.

Posko Informasi Korban Didirikan dan Penyidikan Berlangsung

Sebagai bagian dari penanganan, kepolisian telah mendirikan posko di rumah sakit tempat para korban dirawat. Posko ini berfungsi untuk memberikan informasi terbaru mengenai kondisi kesehatan para korban kepada keluarga dan masyarakat.

Sementara itu, proses penyidikan masih terus dilakukan. Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Asep Edi Suheri, menyatakan bahwa jajarannya masih melakukan pendalaman di tempat kejadian perkara (TKP).

"Nanti akan kami sampaikan, ya. Bukan sekarang. Ini masih dalam tahap pendalaman, anggota kami masih di lapangan," pungkas Asep.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar