Bank Mandiri (BMRI) Catat Laba Rp37,7 Triliun, Intip Strategi Perkuat Nilai Perusahaan
Kinerja PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) terus menunjukkan ketangguhan di tengah dinamika ekonomi global. Hingga kuartal III-2025, laba bersih Bank Mandiri tercatat mencapai Rp37,7 triliun. Didukung dengan pertumbuhan kredit dua digit yang melampaui rata-rata industri, BMRI membuktikan posisinya sebagai lokomotif perbankan nasional yang solid.
Kekuatan fundamental emiten BMRI tidak hanya tampak dari laporan keuangan. Bank Mandiri secara agresif mengakselerasi transformasi strategis. Langkah ini mencakup ekspansi pembiayaan produktif, efisiensi biaya dana, hingga aksi korporasi seperti buyback saham. Semua ini diarahkan untuk memperkuat nilai perusahaan dan meningkatkan loyalitas karyawan.
Strategi Bank Mandiri Menghadapi Tantangan 2025
Di tengah dinamika pasar dan tekanan harga saham, pertanyaan besar muncul: Bagaimana strategi Bank Mandiri mengonversi fundamental kuat menjadi modal yang berdaya saing? Lalu, bagaimana strategi bank BUMN ini menghadapi sisa tahun 2025 dengan proyeksi lingkungan ekonomi yang melambat? Prospek profitabilitas hingga akhir tahun juga menjadi sorotan.
Semua pertanyaan krusial tersebut akan dijawab langsung oleh Novita Widya Anggraini, Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri. Beliau akan menjadi narasumber dalam podcast The Fundamentals di kanal Youtube IDX Channel.
Jadwal Tayang The Fundamentals dengan Bank Mandiri
Jangan lewatkan tayangan eksklusif podcast The Fundamentals yang dipandu oleh Masirom, Pemimpin Redaksi IDX Channel. Acara ini akan tayang malam ini pukul 18.30 WIB.
Simak analisis mendalam mengenai strategi dan prospek BMRI dengan menonton tayangannya langsung. Dapatkan insight terbaru seputar kinerja dan masa depan Bank Mandiri.
Artikel Terkait
KEK MNC Lido City Perbaiki Fasilitas Delapan Masjid Jelang Ramadan
KPK Tetapkan 6 Tersangka, Termasuk Pejabat Eselon DJBC, dalam Kasus Suap Impor
Menkes Koordinasi dengan BPJS dan Kemensos Atasi Nonaktifnya Peserta PBI Cuci Darah
Presiden Prabowo Perintahkan Reformasi Pasar Modal untuk Pulihkan Kepercayaan Investor