Grab Akan Meluncurkan Bus Tanpa Sopir di Singapura Awal 2026
Perusahaan transportasi daring, Grab, secara resmi mengumumkan rencana peluncuran robobus atau bus tanpa sopir di Singapura. Kehadiran kendaraan otonom ini ditargetkan mulai beroperasi pada awal tahun 2026.
Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Pendiri dan CEO Grab, Anthony Tan, dalam laporan keuangan kuartalan perusahaan. Dalam pernyataannya, Tan menegaskan komitmen Grab untuk memimpin inovasi transportasi di Asia Tenggara.
Strategi Grab dalam Pengembangan Kendaraan Otonom
Anthony Tan menyatakan bahwa Grab akan terus membangun kemitraan dengan para pemimpin global di bidang kemudi jarak jauh dan teknologi kendaraan otonom. Perusahaan berencana untuk berpartisipasi dalam lebih banyak uji coba guna memahami berbagai kondisi operasional layanan tanpa pengemudi.
"Kami akan menjadi bagian dari upaya regulator untuk meningkatkan konektivitas transportasi melalui teknologi driverless," tambah Tan.
Kemitraan dan Investasi dengan WeRide dan May Mobility
Sebagai bagian dari strateginya, Grab telah menjalankan uji coba kendaraan otonom pada September 2025 dengan bermitra bersama WeRide, sebuah operator robotaxi asal China. Tidak hanya itu, Grab juga mengumumkan investasi ekuitas di WeRide yang rencananya akan diselesaikan pada paruh pertama tahun depan.
Investasi ini disebut Anthony Tan sebagai langkah strategis jangka panjang untuk memimpin adopsi kendaraan otonom di kawasan Asia Tenggara. Selain WeRide, Grab juga melakukan investasi di May Mobility, sebuah penyedia kendaraan otonom berbasis di Amerika Serikat yang telah memulai layanan robotaxi komersial di AS.
Tantangan Kendaraan Otonom di Asia Tenggara
Meski berkomitmen penuh, CEO Grab mengakui bahwa kendaraan swakemudi mungkin menghadapi tantangan yang lebih besar di Asia Tenggara. Hal ini disebabkan oleh biaya tenaga kerja yang relatif lebih rendah dibandingkan dengan pasar maju seperti AS atau Singapura.
"Akan membutuhkan waktu yang cukup lama agar unit ekonomi mencapai paritas dengan pengemudi manusia," ujar Tan mengenai tantangan efisiensi biaya ini.
Dengan segala persiapan dan investasi yang dilakukan, langkah Grab meluncurkan robobus ini menjadi tonggak penting menuju masa depan transportasi umum yang otonom dan cerdas di Singapura dan sekitarnya.
Artikel Terkait
Pemerintah Fokuskan Transmigrasi pada Peningkatan Kapasitas SDM dan Infrastruktur
Armada Kemanusiaan Global Sumud Flotilla Bersiap Berlayar ke Gaza Akhir Maret
Nissan Perkenalkan Generasi Terbaru Serena e-POWER di IIMS 2026
Siswa SD di Ngada Meninggal Diduga Bunuh Diri, Kemendikdasmen Soroti Kesejahteraan Psikososial Anak