Agus juga menjelaskan bahwa upaya pengeringan dipercepat dengan bantuan pompa tambahan dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Penataan Ruang (DPU SDA dan PR). Kerja sama ini bertujuan untuk memulihkan kondisi wilayah secepat mungkin.
Kondisi Geografis Hambat Penyusutan Air
Camat Sayung, Sukarman, menambahkan bahwa kondisi geografis lokal menjadi faktor penghambat utama surutnya genangan. "Desa yang terletak di area cekungan membuat air sulit mengalir keluar. Sementara itu, desa di kawasan pesisir pantura terendam akibat air laut yang meluap ke permukiman," jelasnya.
Ia juga menyoroti kondisi Desa Kalisari yang masih terdampak karena sedang dalam tahap pembangunan sistem drainase. "Tim kami bekerja ekstra keras untuk membuang air secepatnya. Kami terus memantau perkembangan situasi dari jam ke jam," tambah Sukarman.
Upaya Terus Ditingkatkan
Hingga Selasa sore, puluhan petugas gabungan dari BPBD, DPU, dan BBWS masih bertugas di lapangan. Dua unit pompa besar dari DPU terus dioperasikan, khususnya di titik-titik rawan genangan, untuk mempercepat proses penyedotan.
"Saat ini, semua pihak berupaya maksimal agar genangan segera hilang. Kami berharap aktivitas warga dapat kembali normal dalam satu hingga dua hari ke depan," tutup Sukarman.
Artikel Terkait
Ekonom: Liburan Beruntun dan Stimulus Pacu Target Pertumbuhan 5,5% di Kuartal I-2026
Kementerian Kebudayaan Terapkan WFH dan Efisiensi Energi Respons Krisis Global
Menteri ESDM Imbau Masyarakat Tenang, Stok BBM Nasional Masih Aman
Tiket Kereta Ekonomi Kerakyatan Mudik Lebaran 2026 Laris, Okupansi Lampaui 100%