Mentan Amran Bentuk Tim Pengawal Harga Beras di Setiap Kabupaten, Ini Tujuannya

- Selasa, 04 November 2025 | 11:20 WIB
Mentan Amran Bentuk Tim Pengawal Harga Beras di Setiap Kabupaten, Ini Tujuannya

Mentan Amran Bentuk Tim Pengawal Harga Beras di Setiap Kabupaten

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengambil langkah strategis dengan membentuk tim pengawal harga beras di setiap kabupaten. Kebijakan ini merupakan respons terhadap data Badan Pusat Statistik yang mencatat penurunan harga beras selama dua bulan berturut-turut pada September dan Oktober 2025.

Tujuan Pembentukan Tim Pengawal Harga Beras

"Tujuan kita menurunkan harga supaya masyarakat bahagia, dan itu sudah tercapai. Tapi kami tidak berhenti di sini. Kami bentuk tim pengawal harga di setiap kabupaten untuk memastikan stabilitas harga beras," tegas Amran dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (4/11/2025).

Komposisi dan Strategi Tim Pengawal Harga

Tim pengawal harga beras terdiri dari unsur Kementerian Pertanian, Bappenas, Bulog, serta aparat penegak hukum. Seluruh pihak akan terus melakukan operasi pasar, khususnya di daerah-daerah dengan harga beras di atas rata-rata nasional.

"Operasi pasar tidak akan berhenti, bahkan saat panen raya nanti kita akan salurkan beras SPHP ke daerah-daerah pegunungan yang bukan sentra produksi," tambah Amran.

Data Deflasi Harga Beras Nasional

BPS melaporkan komoditas beras mengalami deflasi pada Oktober 2025, melanjutkan tren penurunan harga sejak September 2025. Deputi Statistik Bidang Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini menyatakan, "Terjadi deflasi beras pada Oktober 2025 lebih dalam dibandingkan dengan bulan sebelumnya."

Distribusi Harga Beras per Provinsi

Secara nasional, 23 provinsi mengalami deflasi beras, 3 provinsi mencatat harga stabil, dan 12 provinsi lainnya mengalami inflasi.

Penurunan Harga di Berbagai Level

Di tingkat penggilingan, harga beras turun 0,54 persen dengan rincian:
• Beras premium turun 0,71 persen
• Beras medium turun 0,46 persen

Penurunan juga terjadi di tingkat grosir (deflasi 0,18 persen) dan eceran (deflasi 0,27 persen) secara month-to-month.

Dampak Kebijakan terhadap Stabilitas Pangan

Dengan berbagai kebijakan dan kerja sama lintas sektor, Amran yakin sektor pertanian Indonesia berada di jalur yang benar menuju kemandirian pangan. "Ini adalah keberhasilan kita semua, bukan hanya Kementerian Pertanian, tapi seluruh anak bangsa. Dari Presiden, petani, hingga wartawan yang terus mengawal," pungkasnya.

Komentar