Kritik Pedas Anco Jansen: Sepakbola Indonesia Tidak Ada Apa-Apanya

- Senin, 03 November 2025 | 06:25 WIB
Kritik Pedas Anco Jansen: Sepakbola Indonesia Tidak Ada Apa-Apanya
Anco Jansen Sebut Sepakbola Indonesia Tidak Ada Apa-Apa | Kritik Pedas Eks Pemain PSM

Kritik Pedas Anco Jansen: Sepakbola Indonesia Dinilai "Tidak Ada Apa-Apanya"

Anco Jansen, mantan pemain asal Belanda yang pernah membela PSM Makassar pada periode 2021-2022, memberikan pernyataan mengejutkan tentang dunia sepakbola Indonesia. Menurutnya, kualitas sepakbola Indonesia tidak ada apa-apanya, meski saat ini Timnas Indonesia diperkuat oleh banyak pemain diaspora seperti Jay Idzes dari Sassuolo dan Kevin Diks dari Borussia Monchengladbach.

Dalam podcast Voetbalpraat yang tayang medio Maret 2025, Jansen menjelaskan akar masalahnya. "Fasilitas, akademi, dan pelatih di sana sangat terbatas. Itu cukup menjelaskan segalanya. Pemain naturalisasi mungkin mendapat jutaan pengikut dan perhatian, tetapi pada kenyataannya, sepakbola di Indonesia tidak ada apa-apanya," ujarnya.

Dasar Kritik Anco Jansen Selama Bermain di PSM Makassar

Kritik Anco Jansen ini bukan tanpa dasar. Pernyataannya lahir dari pengalaman langsungnya merumput bersama PSM Makassar. Selama 22 pertandingan, pemain yang berposisi sebagai winger kiri itu mencetak 5 gol dan 1 assist, sehingga ia mengaku paham betul kondisi sepakbola Indonesia dari dalam.

Anco Jansen Sebut Indonesia Negara Miskin dengan Kecanduan Media Sosial

Kritiknya berlanjut dengan menyentuh kondisi sosial ekonomi. Jansen menyebut Indonesia sebagai negara yang sangat miskin, namun warganya memiliki smartphone mahal. "Saya main di sana saat pandemi. Indonesia negara sangat miskin, tapi semua punya smartphone dan Instagram sangat populer di sana," katanya.

Kondisi ini, menurutnya, menciptakan budaya media sosial yang toxic bagi pemain sepakbola. Ia mengaku sering mendapat tekanan dari netizen Indonesia yang dikenal ganas. "Kalau gagal mencetak gol, saya mendapat saran untuk tidak membuka media sosial selama dua hari," tutur Jansen.

Langkah PSSI Membenahi Sepakbola Indonesia

Di tengah kritik tersebut, PSSI di bawah pimpinan Erick Thohir terus melakukan berbagai perbaikan. Pembinaan usia dini menjadi fokus utama, yang diwujudkan melalui kompetisi Elite Pro Academy (EPA) untuk kelompok usia U-16, U-18, dan U-20.

Peningkatan kualitas kompetisi liga juga tidak diabaikan. PSSI berupaya meningkatkan kualitas wasit dan mulai menerapkan teknologi Video Assistant Referee (VAR). Semua upaya ini bertujuan akhir untuk menciptakan Timnas Indonesia yang lebih kuat dan kompetitif.

Meski gagal lolos ke Piala Dunia 2026, perjalanan Timnas Indonesia tidak berhenti. Masih ada target-target lain seperti Piala AFF 2026, Piala Asia 2027, dan Kualifikasi Piala Dunia 2030 Zona Asia yang menjadi tujuan jangka panjang.

Komentar