Insiden Penikaman Massal di Kereta Inggris: 10 Korban, Bukan Terorisme

- Senin, 03 November 2025 | 03:25 WIB
Insiden Penikaman Massal di Kereta Inggris: 10 Korban, Bukan Terorisme

Penikaman Massal di Kereta Inggris: Polisi Pastikan Bukan Terorisme

Kepolisian Inggris mengonfirmasi bahwa insiden penikaman massal di kereta tujuan London pada Sabtu (1/11/2025) tidak dikategorikan sebagai serangan terorisme. Sebanyak 10 orang menjadi korban dalam kejadian ini, dengan dua orang dilaporkan dalam kondisi kritis.

Insiden Terisolasi di Kereta Inggris

Otoritas Inggris menyatakan bahwa serangan brutal ini merupakan "kejadian terisolasi", meskipun motif pelaku belum sepenuhnya terungkap. Pernyataan ini disampaikan untuk menenangkan publik yang khawatir akan adanya ancaman yang lebih luas.

Update Kondisi Korban Penikaman

Informasi terbaru dari Kepala Kepolisian Transportasi Inggris John Loveless menyebutkan bahwa dari total 10 korban, hanya dua orang yang masih berjuang melawan kondisi kritis. Empat korban lainnya bahkan telah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan perawatan medis.

Kronologi Penangkapan Pelaku

Kepolisian Cambridgeshire menerima panggilan darurat pada Sabtu petang mengenai laporan penikaman massal di kereta rute Doncaster-London. Petugas bersenjata segera merespons dan menghentikan kereta di Huntingdon, tempat dua pria berhasil ditangkap.

Respons Pemerintah Terhadap Insiden

Menteri Pertahanan John Healey menegaskan tidak ada ancaman lebih luas terhadap publik pasca-insiden tersebut. Sementara itu, Perdana Menteri Keir Starmer menyebut serangan ini sebagai insiden yang mengerikan dan sangat memprihatinkan.

Dampak pada Layanan Kereta

London North Eastern Railway (LNER) sebagai operator layanan East Coast Mainline menutup semua jalur kereta sementara untuk memfasilitasi penanganan insiden oleh petugas darurat di Stasiun Huntingdon.

Komentar