Buku ini menawarkan lebih dari sekadar penelitian akademis tradisional, menghadirkan perpaduan menarik antara pengalaman pribadi, interaksi dengan komunitas Indigenous, dan eksplorasi situs-situs bersejarah. "Buku ini juga buku tentang perjalanan saya secara pribadi, tetapi juga ada spiritualnya," tambah Priyambudi, sambil berbagi momen emosionalnya selama penelitian di pantai.
Tantangan dalam Melacak Identitas Sejarah
Penelitian ini tidak lepas dari tantangan, termasuk upaya melacak identitas sosok historis Kapten Budiman. Meskipun identitas lengkap tetap menjadi misteri, Priyambudi menegaskan bahwa namanya tercatat dalam arsip resmi sehingga penelitiannya tetap berbasis bukti sejarah yang valid.
Rencana Ekspansi ke Medium Lain
Di akhir sesi peluncuran, Priyambudi mengungkapkan rencana ambisius untuk mengembangkan karya ini ke format lain. "Ada sedikit uang dari pesangon itu, saya sisihkan untuk membiayai pembuatan film animasi," ujarnya mengenai proyek masa depan.
Peluncuran "Finding Kapiten Boodieman" merupakan bagian integral dari rangkaian Book Launches Ubud Writers & Readers Festival 2025 yang berlangsung dari 29 Oktober hingga 2 November 2025, menawarkan wawasan baru dalam penulisan sejarah yang kreatif dan personal.
Artikel Terkait
Akses Kembali Terbuka: Jembatan Perbaikan di Aceh Mulai Difungsikan
Meikarta Bergerak: Proyek Rusun Rp39 Triliun Diharapkan Pacu Ekonomi dan Tekan Backlog
Gaza Berduka: 37 Nyawa Melayang dalam Serangan Udara yang Mengguncang
Kemnaker Tegaskan: Belum Ada Keputusan BSU Cair Lagi di 2026