Investasi untuk Masa Depan: Pemain Muda sebagai Tulang Punggung Timnas
Victor menjelaskan bahwa pemain-pemain yang saat ini berlaga di HPSL akan menjadi tulang punggung Timnas Wanita Indonesia di masa depan. "Pemain yang kini berusia 13-14 tahun, dalam 10 tahun ke depan akan memasuki puncak performa di usia 23-24 tahun. Mereka inilah yang akan membawa timnas ke level lebih tinggi," tambahnya.
Sepak Bola Wanita: Potensi Unggulan Baru Indonesia
Victor yakin bahwa dengan pengembangan yang terarah dan serius, sepak bola wanita berpotensi menjadi cabang olahraga sukses seperti halnya bulu tangkis. Djarum Foundation, yang telah puluhan tahun menjadi motor pengembangan bulu tangkis Indonesia, berkomitmen menerapkan model serupa untuk sepak bola wanita.
"Tingkat permainan pemain putri Indonesia akan terus naik. Target kami levelnya seperti bulu tangkis, yang kuat terus karena memiliki basis permainan yang bagus dan sering tampil di kejuaraan dunia junior," jelas Victor.
Dukungan untuk Sekolah Sepak Bola (SSB) Khusus Wanita
Victor juga berharap kompetisi yang digelar dapat mendorong sekolah sepak bola dan pegiat sepak bola di Indonesia untuk membuka SSB khusus wanita. "Kami harap SSB putra top di Jakarta Raya dan Jabodetabek segera memiliki tim putri. Dengan demikian, kemampuan pemain putri dapat berkembang lebih cepat melalui sparing partner yang lebih kuat," pungkasnya.
Artikel Terkait
Kemnaker Hapus Batasan Tahun Kelulusan untuk Program Pelatihan Vokasi Nasional 2026
Indonesia Kembali Dipercaya FIFA Jadi Tuan Rumah FIFA Series 2026
Prabowo Tegaskan Penegakan Hukum dan Reformasi Aparat Jadi Prioritas
Monas Ramai Dikunjungi 13.500 Orang di Hari Kedua Lebaran