Masa Depan Sepak Bola Wanita Indonesia: Target Juara Asia Tenggara dan Piala Dunia
Sepak bola wanita Indonesia terus menunjukkan perkembangan pesat. Dengan bangkitnya Timnas Wanita Indonesia sejak pertengahan 2023, pembinaan talenta muda di level akar rumput pun semakin intensif.
Kompetisi Berjenjang untuk Bakat Muda
Djarum Foundation secara konsisten mendorong perkembangan sepak bola wanita melalui berbagai kompetisi berjenjang. Setelah kesuksesan MilkLife Soccer Challenge (MLSC) untuk usia U-10 dan U-12, serta revitalisasi Piala Pertiwi U-14 dan U-16, kini hadir HYDROPLUS Soccer League (HPSL).
HPSL merupakan liga sepak bola wanita untuk kelompok usia U-16 dan U-18 yang digelar di empat kota di Pulau Jawa. Berbeda dengan format turnamen, HPSL menggunakan sistem liga yang berjalan setiap dua pekan sekali, memungkinkan perkembangan pemain yang lebih terukur dan konsisten.
Target Ambisius: Juara Asia Tenggara dan Tampil di Piala Dunia
Presiden Direktur Djarum Foundation, Victor Hartono, menyampaikan optimisme tinggi terhadap masa depan sepak bola wanita Indonesia. Dalam kunjungannya ke Gameweek 5 HPSL Jakarta di The Lodge, Kabupaten Bogor, Victor menegaskan bahwa target menjadi juara di Asia Tenggara bukan lagi sekadar mimpi.
"Kami optimistis sepak bola wanita Indonesia akan terus maju. Target kami adalah merajai Asia Tenggara dan tampil di Piala Dunia, dengan perkiraan paling cepat tahun 2031 atau paling realistis tahun 2035," ujar Victor.
Investasi untuk Masa Depan: Pemain Muda sebagai Tulang Punggung Timnas
Victor menjelaskan bahwa pemain-pemain yang saat ini berlaga di HPSL akan menjadi tulang punggung Timnas Wanita Indonesia di masa depan. "Pemain yang kini berusia 13-14 tahun, dalam 10 tahun ke depan akan memasuki puncak performa di usia 23-24 tahun. Mereka inilah yang akan membawa timnas ke level lebih tinggi," tambahnya.
Sepak Bola Wanita: Potensi Unggulan Baru Indonesia
Victor yakin bahwa dengan pengembangan yang terarah dan serius, sepak bola wanita berpotensi menjadi cabang olahraga sukses seperti halnya bulu tangkis. Djarum Foundation, yang telah puluhan tahun menjadi motor pengembangan bulu tangkis Indonesia, berkomitmen menerapkan model serupa untuk sepak bola wanita.
"Tingkat permainan pemain putri Indonesia akan terus naik. Target kami levelnya seperti bulu tangkis, yang kuat terus karena memiliki basis permainan yang bagus dan sering tampil di kejuaraan dunia junior," jelas Victor.
Dukungan untuk Sekolah Sepak Bola (SSB) Khusus Wanita
Victor juga berharap kompetisi yang digelar dapat mendorong sekolah sepak bola dan pegiat sepak bola di Indonesia untuk membuka SSB khusus wanita. "Kami harap SSB putra top di Jakarta Raya dan Jabodetabek segera memiliki tim putri. Dengan demikian, kemampuan pemain putri dapat berkembang lebih cepat melalui sparing partner yang lebih kuat," pungkasnya.
Artikel Terkait
Utusan Khusus Presiden: Investor Internasional Serius Minati PLTN Indonesia
PUPR Garap Rusun Bersubsidi di Lahan Eks Meikarta, Skema Pembiayaan Jadi Kunci
PNM Gelontorkan Rp1 Miliar dan Ribuan Paket Ramadan untuk Aceh di Tengah Rakernas
Pramono Anung Beri Sinyal Tegas: Spanduk Parpol Izin Habis Langsung Ditertibkan